ANALISA GAP HARAPAN DAN PERSEPSI PENGUNJUNG EKOWISATA MANGROVE WONOREJO SURABAYA

Patricia Antonia Setiadji, Dicky Josiando, Monika Kristanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat gap antara harapan dan persepsi pengunjung Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya terhadap daya tarik, aksesibilitas, kenyamanan, dan aktivitas. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik terdapat gap positif antara harapan dan persepsi sedangkan untuk aksesibilitas, kenyamanan, dan aktivitas terdapat gap negatif antara harapan dan persepsi terhadap Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Hasil dari Customer Satisfaction Index dalam penelitian ini adalah 72,31% yang menandakan bahwa pengunjung merasa cukup puas terhadap Ekowisata Mangrove Wonorejo.

 

This study aims to determine whether there is a gap between expectations and perceptions of visitors Ecotourism Mangrove Wonorejo Surabaya towards appeal, accessibility, comfort, and activities. Methods of data collection in this study conducted by distributing questionnaires. Data analysis in this study using quantitative descriptive analysis. The conclusions obtained in this study indicate that there is a positive gap appeal between expectation and perception, while for accessibility, comfort, and activity there is a negative gap between expectation and perception of Ecotourism Mangrove Wonorejo Surabaya. The result from Customer Satisfaction Index in this research is 72,31% indicate that visitors feel quite satisfied but not satisfied enough with Ecotourism Mangrove Wonorejo Surabaya.


Keywords


Daya Tarik, Aksesibilitas, Kenyamanan, Aktivitas, Harapan, Persepsi, Gap

Full Text:

PDF

References


Cakici, A.C., dan S. Harman. (2007). “Importance of destination attributes affecting destination choice of turkish bird-watchers”, Journal of commerce and tourism education faculty, 1,131-145. Retrieved February 10, 2016, from http://www.ttefdergi.gazi.edu.tr/makaleler/2007/Sayi1/131-145.pdf

Febrianti, E., dan S. Thio. (2007). Analisis harapan dan persepsi konsumen terhadap dimensi website hotel bintang lima di Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Goeldner, C.R., dan J.R.B. Ritchie. (2009). Tourism: Principles, practices and philosophies. New York: John Wiley & Sons.

Hutagalung. 2002. Pengantar pariwisata. Bandung: Alfabeta.

Imran, A. N. (Agustus 2012). “Identifikasi kapasitas komunitas lokal dalam pemanfaatan potensi ekowisata bagi pengembangan ekowisata di Kawah Cibuni”, Jurnal perencanaan wilayah dan kota, 23 (2), 85 – 102.

Ismayanti. (2010). Pengantar pariwisata. Jakarta: Grasindo.

Jainuri., M. S., dan R.S. Wulandari. (2014). Penilaian daya tarik dan pengembangan obyek wisata pantai Tanjung Belandang di Kabupaten Ketapang. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lascurain, H. C. (2002). Tourism, ecotourism, and protected areas: the state of nature-based tourism. UK: International Union for Conservation of Nature and Natural Resources.

Middleton, V. T. C. (2001) Marketing in travel and tourism 3rd Edition. Bodmin: MPG Books Ltd.

Pendit, N. S. (2002). Ilmu pariwisata sebuah pengantar perdana. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Suwantoro, G. (2000). Dasar-dasar pariwisata. Yogyakarta: Andi

Sunaryo. (2004). Psikologi untuk keperawatan. EGC, Jakarta : 93 – 98.

Sugianto, A., dan Kristanti. M. (2014). Analisis gap harapan dan persepsi pengunjung ekowisata mangrove wonorejo surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Kristen Petra.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.