Kajian Pendekatan Tactile Regionalisme dalam Arsitektur Osing
DOI:
https://doi.org/10.9744/acesa.v3i1.11038Keywords:
wawancara mendalam, transpuan, komunikasi orang tua-anak, fenomenologi.Abstract
Regionalisme dalam arsitektur merupakan cara menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga di sebut sebagai Laros (akronim dari pada Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Saat ini di Kabupaten Banyuwangi banyak bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya beberapa di antaranya Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing yang dapat terlihat pada penggunaan elemen arsitektur masa lampau (AML) yaitu arsitektur osing. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan melihat secara langsung Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbing Sari dan Hotel Sahid Osing. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui elemen arsitektur yang mempengaruhi Aula Politeknik Banyuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing sebagai regionalisme arsitektur. Hasil dari penelitian ini adalah tactile sangat dapat di rasakan pada semua elemen terutama pada elemen atap dan langit - langit yang merupakan reinterpretasi, modifikasi dan inovai dari arsitektur rumah Osing.Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and full publishing rights without restrictions, with the work simultaneously licensed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution License (CC BY) that allows for unlimited use, distribution, and content reproduction on all media as long as the original author and source are properly acknowledged and cited.







