PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN PADA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN

Authors

  • Kevin Chandra Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Percy Tambran Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Paravita Sri Wulandari Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Harry Patmadjaja Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Keywords:

Supplier Performance, Service Quality, Customer Satisfaction

Abstract

Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) di Indonesia masih jarang dijumpai. Hal ini mengakibatkan sedikitnya penelitian tentang aspal emulsi. Untuk itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang aspal emulsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik CAED terhadap penambahan semen sebagai bahan aditif. Variasi kadar semen yang digunakan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari total berat agregat. Pengujian awal dilakukan dengan pemeriksaan terhadap material yang akan dipakai dalam membuat benda uji. Pemeriksaan terhadap material dilakukan untuk mengetahui apakah material telah memenuhi spesifikasi agar dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan benda uji. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan semen pada umur 3, 7, dan 14 hari. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa nilai yang didapatkan telah memenuhi semua persyaratan, meskipun nilai stabilitas pada CAED yang ditambahkan dengan semen pada awal umur sampel lebih kecil daripada CAED tanpa semen.

References

Muliawan, I.W. (2011). Analisis Karakteristik dan Peningkatan Stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), Tesis Program Pascasarjana Universitas Udayana, Bali.

Padmadjaja, H. (2011). TS 4457 Rekayasa Perkerasan Jalan. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Direktorat Jendral Bina Marga. (1991). Spesifikasi Khusus Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

DirektoratJenderal Bina Marga. (2010). Spesifikasi Umum Edisi 2010 (Revisi 3). Kementrian Pekerjaan Umum. Direktorat Jenderal Bina Marga

Downloads