STUDI KASUS TERHADAP PELAKSANAAN BASEMENT 5 LANTAI DI WILAYAH SURABAYA BARAT
Keywords:
Balanced Scorecard, pengukuran umum, pengukuran unik, bias pengukuran umum, debiasing, disaggregated/mechanically aggregated, pengetahuan, alokasi kompensasiAbstract
Pembuatan basement pada bangunan bertingkat saat ini sangat banyak dilakukan untuk dijadikan lahan parkir. Basement yang akan dibuat memiliki kedalaman dan kondisi lapangan yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan metode yang berbeda-beda pula dalam pelaksanaannya. Skripsi ini menganalisa tentang metode pelaksanaan dalam pembuatan basement 5 lantai di wilayah Surabaya Barat. Metode untuk pelaksanaan basement tersebut ada 2, yaitu bottom-up dan top-down. Lalu dilakukan analisa data berupa studi literatur dari referensi dan data proyek, kemudian dilakukan pengecekan kestabilan dinding penahan tanah yang dipakai menggunakan program PLAXIS. Pemilihan alat-alat berat yang akan digunakan pada proyek juga disesuaikan dengan metode yang dipilih. Dari hasil studi literatur dan analisa menggunakan program PLAXIS, metode bottom-up harus melakukan pemasangan ground anchor untuk membantu kestabilan dinding penahan tanah. Tetapi dengan dilakukannya pemasangan ground anchor, hal tersebut bisa membahayakan bangunan sekitar proyek. Oleh karena itu metode top-down merupakan metode yang tepat untuk diaplikasikan dalam pelaksanaan basement, karena top-down memenuhi syarat kestabilan dinding penahan tanah dan aman dalam pelaksanaannya.
References
Asiyanto. (2008). Metode Konstruksi Gedung Bertingkat. UI Press, Jakarta.
Bigge. (2014). Hydraulic Crawler Crane. http://www.bigge.com/crane-charts/crawler-cranecharts/Kobelco-7055-3F_spec.pdf
Brooks, H. (2010). Basics of Retaining Wall Design, 8th Edition. HBA Publications, Inc.
Caterpillar Inc., http://indonesia.cat.com /cda/layout?m=37840&x=48, Indonesia (2013)
Gambin, M & Chiffoleau, Y. (1991). Diaphragm Walling. Makalah Seminar 1 hari The Application of New Techniques to Solve Deep Basement and Foundation Problems. Tarumanegara University-IGEA, Jakarta.
Hemsley, J. A. (2000). Design Application of Raft Foundations. Thomas Telford Ltd, London.
Howe, J. (1993). Introduction to Top-Down Construction. Makalah Seminar Satu Hari Top-Down
Construction, Jakarta.
Kajewski, S. (1994). Construction Techniques and Methodology. Makalah QUT untuk Short Course Pasca Sarjana Teknik Sipil, Jakarta.
Mitsubishi Co., http://www.dealermitsubishijakarta.com/mobil-mitsubishi-fuso-colt-diesel-fe-73-hd-110-ps-spesifikasi-harga-jakarta.html, Indonesia (2014)
Ritchie Specs. (2007). Komatsu PC40R-8. http://www.ritchiespecs.com/specification?type=Construction+Equipment&category=Mini+Excavator&make=Komatsu&model=PC40 R-8&modelid=93031#ixzz325kh6mK9
Ritchie Specs. (2007). Caterpillar 980H Wheel Loader. http://www.ritchiespecs.co/specification?type=Construction+Equipment&category=Wheel+Loader&make=Caterpillar&model=980H&modelid=91151
Ritchie Specs. (2007). Komatsu D375A-1 Crawler Tractor. http://www.ritchie specs.com/specification?type=Con&category=Crawler+Tractor&make=Komatsu&model=D375A-1&modelid=91025#ixzz31QMYflHF
Rostiyanti, S. F. (2008). Alat Berat untuk Proyek Konstruksi.
Whramby, N. (2007). Diaphragm & Secant Pile Walls. Brian Perry Civil, New Zealand.