Representasi Posfeminisme dalam Drama Korea “Vincenzo”

Meiliana Sukwanto, Daniel Budiana, Megawati Wahjudianata

Abstract


Drama Korea “Vincenzo” merupakan drama bergenre dark, crime, dan dark comedy, garapan sutradara perempuan Kim Hee Won, yang tayang di tahun 2021. Dalam drama ini, posfeminisme direpresentasikan lewat karakter perempuan, yang diceritakan sebagai sosok dominan, tidak lemah, dan memiliki pengaruh besar dalam setiap masalah. Belakangan ini produk Hallyu, termasuk drama, sering kali menggambarkan posfeminisme melalui karakter perempuan sebagai sosok yang percaya diri dan memiliki eksistensi, serta dapat mengekspresikan diri tanpa terjerat konsep superior-inferior.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo.Metode yang digunakan adalah semiotika milik John Fiske, yang terdiri dari 3 level yaitu, level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dengan hasil, perempuan sebagai posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo, merupakan perempuan yang aktif di ruang publik dan memiliki intelegensi intrapersonal.

 


Keywords


Representasi, Posfeminisme, Semiotika, John Fiske, Drama Korea, Vincenzo.

Full Text:

PDF

References


Arivia, G. (2006). Feminisme: sebuah kata hati. Jakarta, Indonesia: PT. Kompas Gramedia Nusantara.

Asiasociety. (2020). Webcast yeo (women) power: the road towards women’s empowerment in korea.

Ayu, M. (2016). Interpretasi remaja terhadap bentuk romantisme dalam serial drama korea: boys before flower, full house, dan playfull kiss. Commonline Departemen Komunikasi. Vol 2 No 2.

Bollotin, Susan. (1982). Voices From the Post-feminist Generation: New York Times Magazine.

Brooks, A. (2009). Posfeminisme & cultural studies. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra

Chun, Y. (2013). Why korean women opt out. World Policy Journel Blog. World Policy Constituteproject.org. (2021).

Institute. Korea (Republic of)'s Constitution of 1948 with Amendments through 1987.

Den, A, & Hudson, V. (2017). Patrilineality, son preference, and sex selection in south korea and

vietnam. Population and Development Review. Vol 43 No 1.

Denison, L. (2007). Elements of postfeminisme: the culture landscape of American politics?.

Doctoral Dissertations. University of Tennessee, 2007.

Gamble, S. (2010). Feminism and postfeminism. London, New York: Routledge Taylor & Franch

Group

Harrimas, D. (2019). Representasi posfeminisme dalam film suicide squad.

Undergraduate Thesis. Universitas Kristen Petra, 2019.

Hollows, J. (2000). Feminism, feminity and popular culture. Manchester University Press: Manchester.

KOIS. (2016). Women’s role in contemporary korea. Asia Society.

Mark, E. (2012). The comfort women: sexual violence and postcolonial memory in korea and

Japan. Society for Japanese Studies. Vol 38 No 1, (pp.136-137) Prasanti, R, & Dewi, A. (2021). Dampak drama korea (Korean wave) terhadap

pendidikan remaja. Jurnal Pendidikan. Vol 11 No 2.

Putri, I, Liany, F, & Nuraeni, R. (2019). K-drama dan penyebaran Korean wave di

Indonesia. ProTVF. Vol 3 No 1.

Rahardjo, L. (2019). Representasi posfeminisme dalam video musik ddu-ddu-ddu milik blackpink. Undergraduate Thesis. Universitas Kristen Petra, 2019.

Resos, A. (2014). The empowerment of women in south korea. Political Participation of Women in South Korea.

Rohmanto, B. (2014). Drama. Universitas Terbuka. Vol 11 No 1.

Siuw, H. (2021). Gender Equality and Women’s Empowerment as Depicted in The

Character of Yoana in The Video Game The Witcher 3 : Wild Hunt Master Armorer Side Quest. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2021). Web 14 Jan 2022.

Soh, C. (2008). The comfort women: sexual violence and postcolonial in korea and Japan. Chicago: University of Chicago

UN WOMEN. (2017). Women count: republic of korea.

Weiser, S, Gill, R, & Rottenberg, C. (2020). Postfeminism, popular feminism and liberal feminism? Sarah banet-weiser, rosalid gill and catharine rottenberg in conversation. Feminist Theory. Vol 21 No 1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI