Transmedia Storytelling ‘The Star Seekers’ oleh Boy Band Tomorrow X Together

Jessica Kristian Mantiri, Gatut Priyowidodo, Chory Angela Wijayanti

Abstract


Korea kini menjadi pop culture yang baru karena budayanya dikonsumsi dan diekspor secara global. Budaya dapat dipertukarkan dengan mudah melalui konvergensi media yang mudah diakses. Dengan storytelling yang kini menjadi cara yang efektif untuk mengkomunikasikan pesan-pesan di media, transmedia storytelling digunakan oleh industri hiburan sebagai media promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Transmedia Storytelling 'The Star Seekers' oleh Tomorrow X Together boyband. Transmedia yang digunakan untuk penelitian ini didasarkan pada tiga platform termasuk YouTube, Webtoon, dan Wattpad (Webnovel). Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode content analysis (Krippendorf, 1980), dalam kategori content analysis relasional. Analisis relasional ini berfokus pada strength, sign, and direction untuk setiap konsep dalam teks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media memiliki keunggulan yang berbeda. YouTube yang menonjolkan elemen audiovisual tidak menonjolkan karakterisasi dalam segi storytelling karena produk video musik berfokus pada kelima anggota TXT sebagai pemeran utama. Webtoon yang berfokus pada visualisasi melalui ilustrasi dan dialog pendek menonjolkan elemen karakter dengan menampilkan ekspresi pada ilustrasi yang ditampilkan sehingga tidak terkesan monoton. Pada webnovel plot dapat dinikmati pembaca dengan sudut padang orang ketiga limited-omniscient yang dapat menciptakan kedekatan emosional antara audiens dengan salah satu karakter pada webnovel. Dengan adanya kelima elemen pada YouTube, Webtoon, dan Webnovel, ketiga produk ini disimpulkan merupakan produk utama narasi The Star Seekers menjadikan ketiganya bagian dari directed transmedia storytelling dalam pengkategorisasiannya.


Keywords


: Transmedia storytelling, kpop, konvergensi media, content analysis.

Full Text:

PDF

References


Berelson, B. (1971). Content analysis in communication research. New York: Hafner Publishing Company.

Busch, Carol, Paul S. De Maret, Teresa Flynn, Rachel Kellum, Sheri Le, Brad Meyers, Matt Saunders, Robert White, and Mike Palmquist. (2005). Content Analysis. Writing@CSU. Colorado State University.

Flew, Terry. 2002. New Media: An Introduction. Melbourne: Oxford University Press. Harvey, C.B. (2014). A Taxonomy of Transmedia Storytelling. Ryan, M.L., Thon, N. (Eds) In Storyworlds across media. (pp.278-294)

Jenkins, H. 2006. Convergence Culture, Where Old and New Media Collide. New York: New York University Press.

Harvey, C.B. (2014). A Taxonomy of Transmedia Storytelling. Ryan, M.L., Thon, N. (Eds) In Storyworlds across media. (pp.278-294)

Harvey, C.B. (2015). Fantastic Transmedia. Palgrave Macmillan. DOI 10.1057/9781137306043

Habsy, B. A. (2017). Seni memehami penelitian kuliatatif dalam bimbingan dan konseling: studi literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90-100.

Krippendorf, K. (1980). Content analysis: An introduction to its methodology Beverly Hills, CA: Sage Publications.

Preston, P. 2001. Reshaping Communications. London: Thousand Oaks, Calif: Sage.

Trisakti, F. A., & Alifahmi, H. (2018). Destination Brand Storytelling: Analisis Naratif Video The Journey to A Wonderful World Kementerian Pariwisata. Jurnal Komunikasi Indonesia, VII(1), pp. 73–86. https://doi.org/https://doi.org/10.7454/jki.v7i1.9692

Vizcaíno-Verdú, A., Aguaded, I., & Contreras-Pulido, P. (2021). Understanding transmedia music on YouTube through Disney storytelling. Sustainability, 13(7), 3667

Wielechowski, B. (31 August 2021). Introduction to Narrative Journalism. UM-Dearborn. (pp. 14-21). Retrieved from https://oer.pressbooks.pub/narrativejournalism/chapter/chapter-3-the-five-elements-of-fiction/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI