Komunikasi Keluarga Dalam Membangun Konsep Diri Pada Mantan Homoseksual

Eka Wahyu Tama, Fanny Lesmana, Desi Yoanita

Abstract


Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga dalam membangun konsep diri pada mantan homoseksual. Proses pemulihan anggota keluarga yang dulunya merupakan mantan homoseksual menjadi tanggung jawab keluarga untuk membangun konsep dirinya. Komunikasi keluarga tersebut terjadi antara mantan homoseksual dan ibunya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Komunikasi keluarga yang dilakukan meliputi tetap percaya dan memberikan kebebasan memilih serta tidak melarang A untuk melayani orang-orang yang memiliki ketertarikan sesama jenis serta memberikan keamanan batin kepada A dengan cara menerima keadaan A dan mendoakan A setiap hari. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya pemahaman religiusitas, sikap tidak mengungkit masa lalu, dan komunikasi yang membangun dapat menunjang komunikasi ibu dan anak mantan homoseksual.


Keywords


Komunikasi Keluarga, Konsep Diri, Mantan Homoseksual

Full Text:

PDF

References


Ascan, F.K. & Anne, M.F. (2002, February). Family Communication. Community Theory, 12(1), 70-91.

Djamarah, B. S. (2004). Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga. Jakarta: PT. Reneka Cipta.

Effendy, O. U. (2005). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosada Karya. Maliza, B., & Chusairi, A. (2013). Faktor Penyesuaian Diri Gay Dewasa Awal pada Orangtua

Pasca Pengungkapan Diri kepada Orang Tua. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1).

Moleong, L, J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Yin, Robert K. (2008). Case Study Research: Design and Methods (Applied Social Research Methods). Illinois: Sage Publications, Inc.

Wahlroos, S. (1988). Komunikasi Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI