ANALISIS VISUAL PADA KARAKTERISTIK COSPLAY BERHIJAB

Anisa Nada Suksmono, Andrian Dektisa Hagijanto, Mendy Hosana Malkisedek

Abstract


Cosplay menjadi hobi cosplay diminati masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama, salah satunya adalah agama Islam. Islam memiliki aturan bagi muslimah (sebutan bagi wanita yang beragama islam) untuk menutup aurat, salah satunya dengan menggunakan hijab. Untuk dapat melakukan cosplay berhijab terdapat muslimah yang mencampurkan visual figur anime, manga, dan game dengan hijab dan kostum yang dikenakan. Percampuran tersebut terlihat pada modifikasi kostum dan rambut figur yang dicosplaykan. Menggunakan konsep Hibriditas Homi K. Bhaba, modifikasi kain hijab dan kostum cosplay dilihat sebagai hibriditas visual sebagaimana kejelasan identitas cosplay dan hijab menjadi lebur dan menghasilkan sebuah identitas baru yakni cosplay berhijab. Penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan sudut pandang memaknai fenomena visual cosplay berhijab sebagai satu bentuk upaya mencapai rasa percaya diri dan sebagai bentuk perayaan masyarakat poskolonial akan kebutuhan ‘jaman now’. Untuk mencapai kedua hal tersebut, cosplayer berhijab melakukan modifikasi kain hijab dan kostum cosplay dengan tetap memasukkan karakteristik visual figur yang dicosplaykan.


Keywords


cosplay berhijab; hibriditas visual

Full Text:

PDF

References


Al-Islam, dkk. (926H). Asna Al-Mathalib

Barthes, R. (1990) The Fashion System. Berkeley CA: University of California Press.

Bhabha, Homi K. (1994). The Location of Culture. London and New York: Routledge

Fachruddin, F. (1984). Aurat dan Jilbab dalam Pandangan Mata Islam. Jakarta Pusat: Pedoman ilmu Jaya.

Japanse Station Staff. (2017). Cosplay Hijab di Kalangan Wanita Tanpa Perlu Melepas Jilbab, Unik Ya!. Diakses 24 Januari 2020, dari https://japanesestation.com/cosplay-hijab-di-kalangan-wanita-muslim-tanpa-perlu-melepas-jilbab-unik-ya/

Jiwon, Ahn. (2008) Animated Subjects: Globalization, Media, and East Asian Cultural Imaginaries, Toward a perfect cosplay: conversation with a few Japanese cosplayer

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

N, R. (2014). Ekspos: Apa salah dan Dosa Cosplay Hijab. Diakses 25 Januari 2020, dari https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/13002/mengenal-cosplay-hijab

Rastati, R. (2015). Dari Soft Power Jepang Hingga Hijab Cosplay. Jurnal Masyarakat & Budaya Vol. 17, No.3 p 373

Rose, G. (2006). Visual Methodologies: An Introduction to the Interpretation of Visual Material. London: SAGE Publications Ltd

Sugiyono, G. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV.Alfabeta

Troxell, M dan Stone, A. (1921). Fashion Merchandising. Buku teks. New York: Gregg Division McGraw-Hill Book Company.

Widyatmoko, B. (2013). Amazing Cosplay & Costume Ideas. Jakarta: Penebar Plus

Winge, T. (2006). Mechademia vol 1: Emerging World of Anime and Manga. Costuming the Imagination: Origin of Anime and Manga Cosplay. United States: University of Minnesota Press

Yakobus, K. (2020). Hibridisasi Wacana: Strategi Penyelesaian Konflik. Surabaya: PT. Scorpio Media Pustaka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.