PENGARUH PENAMBAHAN VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURE TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR DAN BETON RENDAH SEMEN

Authors

  • Andreas Andreas Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Edwin Christian Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Antoni Antoni Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Djwantoro Hardjito Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Keywords:

Komunikasi, Marketing Public Relations, Strategi

Abstract

Pembuatan mortar dan beton rendah semen dapat dilakukan dengan metode particle packing. Penggunaan pasta semen yang minim menjadi salah satu tujuan dari metode ini. Jumlah penggunaan agregat dibuat semaksimal mungkin agar dapat menghasilkan beton dan mortar dengan nilai void ratio yang kecil. Secara teoritis, volume pasta (Vp) akan mengisi seluruh volume void (Vv) (Vp/Vv=100%). Semakin besar w/c yang dipakai, maka kebutuhan semen yang dipakai akan semakin rendah. Akan tetapi penggunaan nilai w/c yang besar dan dosis superplasticizer yang berlebih adalah risiko bleeding dan segregasi. Untuk mengurangi risiko ini, dilakukan penambahan viscosity modifying admixture (VMA). VMA berfungsi untuk memperbaiki sifat reologi dari beton. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan semen dan mempelajari dampak VMA pada kuat tekan dari mortar rendah semen dan beton rendah semen.
Dari hasil penelitian ini, didapatkan mortar dengan perbandingan berat semen dan pasir sebesar 1:4.35 pada w/c 0.7 dan 1:2.85 pada w/c 0.35. Dengan penambahan VMA, kuat tekan mortar dengan w/c 0.7 yang semula sebesar 26.73 MPa meningkat hingga 33.58 MPa pada umur 28 hari. Sedangkan kuat tekan mortar dengan w/c 0.35 yang semula sebesar 73.73 MPa meningkat hingga 81.33 MPa. Pada beton, didapatkan jumlah kebutuhan semen sebesar 306 kg/m3 pada nilai w/c sebesar 0.5 dan menghasilkan kuat tekan yang semula 18.68 MPa meningkat hingga 22.93 MPa.

References

ACI Committee 302. (1997). Guide for Concrete Floor and Slab Construction. In American Concrete Institute (22p).

ASTM. (2005). ASTM C39/C39M – 05 Standard Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens. ASTM International, 1–8. https://doi.org/10.1520/C0039

EFNARC, & EFCA. (2006). Guidelines for Viscosity Modifying Admixtures for Concrete. Guidelines for Viscosity Modifying Admixtures for Concrete.

Hardi, E., & Tandean, R. D. (2017). Beton Rendah Semen dengan Konsep Kepadatan Partikel. (SIP). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Paramitha, D. R., & Meok, L. Y. (2017). Pengaruh Kombinasi Semen Fly Ash dan Variasi Water Content dengan Penambahan Superplasticizer terhadap Kepadatan Pasta. (SIP). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

SIKA. (2017). Sika ® Stabilizer 4R Stabilizer for Concrete and Mortal, 4–6.

SIKA. (2006). Sika ® ViscoCrete ® 1250NT. In Sika ® ViscoCrete ® 1250NT (pp. 1–2).

Wassermann, R., Katz, A., & Bentur, A. (2009). Minimum Cement Content Requirements: a Must or a Myth? Materials and Structures, (42), 973. https://doi.org/10.1617/s11527-008-9436-0

Downloads