PENGGUNAAN BOTTOM ASH YANG TELAH DIOLAH UNTUK PEMBUATAN BETON HVFA MUTU MENENGAH

Authors

  • Yohanes Christian Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya
  • Andry Wirananda Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya
  • Antoni Antoni Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya
  • Djwantoro Hardjito Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya

Keywords:

tone disclosure, annual report, company financial performance, impression management, tone analysis.

Abstract

Bottom ash merupakan limbah pembakaran batu bara dari PLTU. Di Indonesia pemanfaatan bottom ash sebagai material konstruksi belum maksimal. Terdapat potensi penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus pada beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberikan treatment ayak dan tumbuk sebelum digunakan sebagai pengganti agregat halus pada beton high volume fly ash (HVFA). Pengujian awal dilakukan dengan menguji karakteristik dari pasir Lumajang dan bottom ash yang akan dipakai seperti water content, analisa ayakan, dan fineness modulus. Pengujian kuat tekan dan slump test dilakukan pada beton HVFA yang menggunakan pasir Lumajang dibandingkan dengan beton HVFA yang menggunakan bottom ash yang telah diberi treatment. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak persentase penggantian pasir Lumajang dengan bottom ash maka semakin banyak pula penurunan kekuatan dan workability dari beton HVFA. Penurunan workability dapat diatasi dengan memberikan treatment penumbukan pada bottom ash.

References

Aggarwal, Y., & Siddique, R. (2014). Microstructure and Properties of Concrete Using Bottom Ash and Waste Foundry Sand as Partial Replacement of Fine Aggregates. Construction and Building Materials, 54, 210–223. http://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2013.12.051

Kim, H. K. (2015). Utilization of sieved and ground coal bottom ash powders as a coarse binder in high-strength mortar to improve workability. Construction and Building Materials, 91, 57–64. http://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2015.05.017

Kim, H. K., & Lee, H. K. (2011). Use of Power Plant Bottom Ash as Fine and Coarse Aggregates in High-Strength Concrete. Construction and Building Materials, 25(2), 1115–1122. http://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2010.06.065

Kumar, B., Tike, G. K., & Nanda, P. K. (2007). Evaluation of Properties of High-Volume Fly-Ash Concrete. Journal of Materials in Civil Engineering, 19(October), 906–911. http://doi.org/10.1061/(ASCE)0899-1561(2007)19:10(906).

Ramezanianpour, A. A. (2014). Cement Replacement Materials (1st ed.). Berlin: Springer-Verlag Berlin Heidelberg. http://doi.org/10.1007/978-3-642-36721-2. Retrieved December 8, 2015, from ScienceDirect (Elsevier) database.

Reiner, M., & Rens, K. (2006). High-Volume Fly Ash Concrete: Analysis and Application. Practice Periodical on Structural Design and Construction, 11(February), 58–64. http://doi.org/10.1061/(ASCE)1084-0680(2006)11:1(58)

Singh, M., & Siddique, R. (2015). Properties of Concrete Containing High Volumes of Coal Bottom Ash as Fine Aggregate. Journal of Cleaner Production, 91, 269–278. http://doi.org/10.1016/j.jclepro.2014.12.026

Wahyudi, S., & Vincent, A. (2016). Beton HVFA dengan Bottom Ash sebagai Pengganti Agregat Halus untuk Beton Kekuatan Menengah, Tugas Akhir. Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Downloads