CAMPURAN SLURRY LEMPUNG SETEMPAT SEBAGAI PENGGANTI BENTONITE

Authors

  • Grant Rich Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Rinaldi The Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Johanes Indrojono Suwono Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Keywords:

Gangguan Makan, Karakter Ruang, Perilaku, Rehabilitasi, Healing environment

Abstract

Bentonit-semen telah banyak digunakan dalam teknik pengeboran maupun dalam pelaksanaan teknik sipil. Campuran ini diperlukan sebagai penahan dinding lubang bor atau diafragma dan sebagai pengganti struktur balok-balok penopang dalam pembangunan basement. Selain direkayasa mampu menahan dinding galian yang dalam, campuran ini harus memungkinkan pengerjaan struktur penahan yang permanen di dalamya. Sebagai pengganti bentonit dipakai tanah lempung setempat dengan kadar semen 10 dan 15%. Tanah lempung yang dipakai dalam penelitian ini adalah tanah lempung berplastisitas tinggi dari daerah Margomulyo yang mewakili lempung lunak, dan lempung daerah Pakuwon Indah yang mewakili lempung medium-kaku. Campuran lempung kaku dengan semen memberikan kokoh geser dan modulus elastis yang mendekati bentonit-semen. Campuran lempung lunak dengan semen memberikan kokoh geser dan modulus elastis yang jauh lebih rendah namun masih di atas tanah asli yang bersangkutan. Kokoh geser dan modulus elastis campuran meningkat dengan umur dan mulai konstan setelah umur 28 hari.

References

Xanthakos, Petros P(1994). Slurry Wall As Structural Systems. McGraw-Hill, New York

Lea (1956). The Chemistry of Cement and Concrete

Downloads

Published

2016-08-01