PENGARUH PERLAKUAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KEKUATAN COCONUT FIBER REINFORCED SELFCOMPACTING CONCRETE

Tomy Andrea Gunawan, Michael Moreno, Handoko Sugiharto

Abstract


Penggunaan Self-Compacting Concrete (SCC) mulai meningkat karena hanya
memerlukan jumlah pekerja yang sedikit dibanding dengan beton biasa dalam pengecoran. Melihat
tingginya angka limbah sabut kelapa Indonesia yang mencapai 2.811.954 ton dalam tahun 2020, diteliti
pengaruh serat sabut kelapa dan perlakuannya terhadap setiap sampel SCC dalam fraksi volume 0%,
0,5%, dan 1% terhadap volume semen. Serat sabut kelapa diberi 2 jenis perlakuan, yaitu perebusan dan
pencampuran dengan silica fume. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kesesuaian karakteristik
Coconut Fiber Reinforced Self Compacting Concrete (CFRSCC) sebagai SCC. Kuat tekan dan tarik
belah CFRSCC diiuji pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa filling ability,
flowability, dan passing ability CFRSCC akan memburuk, namun beberapa masih memiliki
karakteristik SCC yang baik. Kuat tekan dan tarik belah beberapa CFRSCC akan meningkat, dan SCC
dengan 0,5% fraksi volume serat sabut kelapa yang dicampur silica fume memberi peningkatan
kekuatan yang optimal


Keywords


self compacting concrete, serat sabut kelapa, coconut fiber reinforced self compacting concrete, kuat tekan, kuat tarik belah

Full Text:

PDF

References


American Concrete Institute. (1996). "Report on Fiber Reinforced Concrete." ACI 544.1R-96.

Arsyad, M., Wardana, I., Pratikto, P., and Irawan, Y. S. (2015). "Bonding Ability of Coconut Fiber with Polyester Matrix as a Result of Chemical Treatment." International Journal of Applied Engineering Research, 10(4), 9561–9570.

Brígida, A. I. S., Calado, V. M. A., Gonçalves, L. R. B., and Coelho, M. A. Z. (2010). "Effect of Chemical Treatments on Properties of Green Coconut Fiber." Carbohydrate Polymers, 79(4), 832–838. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2009.10.005.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2017). Spesifikasi Khusus - Interim SKh-1.7.23 Beton Memadat Sendiri (Self Compacting Concrete).

Joshi, B. R. (2020). "Effect of Mixing Speed and Time on Fresh Properties of Cement Mortar." Global Scientific Journal, Vol.8(Issue 2), 5106–5115.

Prahara, E., Liong, G. T., and Rachmansyah, R. (2015). "Analisa Pengaruh Penggunaan Serat Serabut Kelapa dalam Presentase Tertentu pada Beton Mutu Tinggi." ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 6(2), 208. https://doi.org/10.21512/comtech.v6i2.2265.

Ramli, M., Kwan, W. H., and Abas, N. F. (2013). "Strength and Durability of Coconut-Fiber-Reinforced Concrete in Aggressive Environments." Construction and Building Materials, 38, 554–566. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2012.09.002.

Silva, E. J. da, Marques, M. L., Velasco, F. G., Fornari Junior, C., Luzardo, F. M., and Tashima, M. M. (2017). "A New Treatment for Coconut Fibers to Improve the Properties of Cement-Based Composites – Combined Effect of Natural Latex/Pozzolanic Materials." Sustainable Materials and Technologies, 12, 44–51. https://doi.org/10.1016/j.susmat.2017.04.003.

Vivek, S. S., and Prabalini, C. (2021). "Experimental and Microstructure Study on Coconut Fibre Reinforced Self Compacting Concrete (CFRSCC)." Asian Journal of Civil Engineering, 22(1), 111–123. https://doi.org/10.1007/s42107-020-00302-7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :