MODEL PEMILIHAN PROJECT DELIVERY METHODS DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Stephanus Eduard Sugianto, Yosep Setiadi Lukas, Andi Andi

Abstract


Project Delivery Methods (PDM) adalah sistem tentang hubungan, peran, dan tangung jawab bagi tim proyek sehingga pemilihan PDM oleh owner harus optimal untuk memastikan keberhasilan proyek. Proyek bersifat unik sehingga pemilihan PDM berdasarkan pengalaman owner saja dinilai kurang menggambarkan sifat proyek. Dua tujuan utama dalam penelitian ini adalah pertama, mengusulkan model pemilihan PDM untuk membantu owner dalam pengambilan keputusan yang objektif dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), agar tujuan pertama tercapai perlu mengidentifikasi kriteria-kriteria utama dalam pemilihan PDM dan menghitung bobot model dengan AHP. Tujuan kedua adalah pengujian model pada studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada manajemen konstruksi, tim owner/developer, konsultan, dan akademisi di Surabaya. Tujuan pertama menghasilkan bobot model kriteria utama, yaitu keterlibatan owner, constructability, ruang lingkup pekerjaan, alokasi risiko, biaya, dan durasi proyek pada setiap jenis PDM, yaitu design build, single general contractor, dan multiple prime. Hasil penelitian kedua menunjukkan keputusan jenis PDM dari model telah sesuai pada 3 studi kasus di Surabaya.

Keywords


model pemilihan, project delivery methods, analytical hierarchy process

Full Text:

PDF

References


Alberto, L. dan Liman, S. (2012). Pengaruh dari Faktor-Faktor yang Berperan dalam Pemilihan

Project Delivery System di Surabaya.

Bolpagni, M. (2013). The implementation of BIM Within The Public Procurement: A Model-Based Appoach for The Construction Industry, VTT Technology, Finland.

Carpenter, N. dan Bausman, D. C. (2016). “Project Delivery Method Performance for Public School Construction: Design-Bid-Build Versus CM at Risk.“ Journal of Construction Engineering and Management. Vol. 142, No. 10, 1-10.

El-Sayegh, S. (2008). “Evaluating The Effectiveness of Project Delivery Methods.” Journal of Construction Management and Economics. Vol. 23, No. 5, 457-465.

Ervianto, W. I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi (Rev. Ed.), Andi, Yogyakarta, Indonesia.

Fong, C. K., Avetisyan, H. G., dan Cui, Q. (2014). “Understanding The Sustainable Outcome of Project Delivery Methods in The Built Environment.” Organization, Technology, and Management in Construction an International Journal. Vol. 6, No. 3, 1141-1155.

Hosseini, A., Lædre, O., Andersen, B., Trop, O., Olsson, N., dan Lohne, J. (2016). “Selection Criteria for Delivery Methods for Infrastructure Projects.” Procedia – Social and Behavioral Sciences. In World Congress International Project Management Association, Westin Playa Bonita, Panama, 28-30 September – 1 Oktober 2015, 250-268.

Khalil, M. I. A. (2002). “Selecting The Appropriate Project Delivery Method Using AHP.” International Journal of Project Management. Vol. 20, No. 6, 469-474.

Kuprenas, J. A. dan Rosson, M. (2012). “Interface Considerations on Multiple Prime Contractor Construction Projects.” In Construction Congress VI, Orlando, Florida, United States, February 20-22 2000, 1093-1102.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. (2010). Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan Swakelola, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Indonesia.

Mafakheri, F., Dai, L., Slezak, D., dan Nasiri, F. (2007). “Project Delivery System Selection Under Uncertainty: Multicriteria Multilevel Decision Aid Model.” Journal of Management in Engineering. Vol. 23, No. 4, 200-206.

Miller, J. B., Garvin, M. J., Ibbs, C. W., dan Mahoney, S. E. (2000). “Toward A New Paradigm: Simultaneous Use of Multiple Project Delivery Methods.” Journal of Construction Engineering and Management. Vol. 16, No. 3, 58-67.

Pooyan, M. R. (2012). A Model for Selecting Project Delivery Systems in Post-Conflict Construction Projects.

Riau, H. (2020). “Penilaian Risiko Menggunakan Metode Delphi.” Jurnal Computer Science. 1-9.

Saaty, T. L. dan Kearns K. P. (1985). Analytical Planning: The Organization of Systems. RWS Publication, Pittsburgh, Pennsylvania, United States.

Satty, T. L. dan Ozdemir, M. S. (2003). “Why The Magic Number Seven Plus or Minus Two.” Mathematical and Computer Modelling. Vol. 38, No. 3-4, 233-244.

Sibima. (2016). Pengelolaan Kebijakan dan Pengembangan Model Kontrak Manajemen Konstruksi

The Construction Management Association of America. (2012). An owner’s Guide to Project Delivery Methods, The Construction Management Association of America, United States.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :