ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KERUSAKAN BANGUNAN GEDUNG APARTEMEN PADA MASA OPERASIONAL BANGUNAN

Ryo Alvin Suritiono, Albert Fortinno Roshan, Ratna Setiawardani Alifen

Abstract


Pertumbuhan penduduk dan tingginya harga lahan di Surabaya berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian baru seperti apartemen. Selama masa operasionaln
ya, bangunan gedung apartemen tidak terhindar dari kerusakan bangunan. Kerusakan bangunan bisa disebabkan akibat umur dan pengabaian pemeliharaan. Agar umur ekonomis bangunan bisa tercapai perlu dilakukan manajemen risiko kerusakan bangunan pada gedung apartemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level risiko dan mencari respon risiko kerusakan bangunan gedung apartemen di Surabaya. Penelitian ini diawali dengan studi literatur untuk mengidentifikasi risiko-risiko kerusakan bangunan gedung apartemen. Setelah itu, dilanjutkan dengan membagikan kuesioner kepada pihak pengelola gedung apartemen di Surabaya. Pengolahan dan analisis data menggunakan metode severity index dan matriks probabilitas-dampak untuk mendapatkan level risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 1 variabel kerusakan force majeure, 5 variabel kerusakan arsitektural, dan 4 variabel mekanikal, elektrikal, & plumbing (MEP) dengan level risiko medium. Variabel risiko dengan nilai Severity Index tertinggi adalah angin kencang (force majeure). Respon risiko untuk variabel kerusakan angin kencang adalah dengan memiliki asuransi bangunan. Mayoritas dari variabel risiko dengan level risiko medium terjadi pada kerusakan arsitektural dan MEP, seharusnya kerusakan tersebut belum terjadi karena belum mencapai usia komponen. Artinya kerusakan tersebut disebabkan oleh cuaca, instalasi, penggunaan, pemeliharaan, dan kualitas bahan yang kurang baik.


Keywords


gedung apartemen, masa operasional, analisis risiko, manajemen risiko

Full Text:

PDF

References


Akmal, I. (2007). Menata Apartemen. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia.

American National Standard. (2004). A Guide to the Project Management Body of Knowledge Third Edition.

Ariyanto, A. S. (2020). “Analisis Jenis Kerusakan Bangunan Gedung Bertingkat.” Bangun Rekaprima.

Ashworth, A. (1994). Perencanaan Biaya Bangunan Gedung, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia.

Bakri, N. N., & Mydin, M. O. (2014). “General Building Defects: Causes, Symptoms and Remedial Work.” European Journal of Technology and Design, 4-17.

Chin-man. (2002). Building Maintenance Guide Book, Buildings Departement, Hong Kong.

CLF. (2018). Recommended Guidelines for Building Component Lifespan In Whole Building Life Cycle Assessment. Carbon Leadership Forum.

Cruzan, R. (2009). Manager's Guide to Preventive Building Maintenance. River Publishers, New York.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2008). Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung. Jakarta.

Flanagan, R., & Norman, G. (1993). Risk Management and Construction. Wiley-Blackwell.

InterNACHI. (2006). “InterNACHI's Estimated Life Expectancy Chart for Florida Homes.” https://www.nachi.org/florida-life-expectancy.htm.

Mulyandari, H., & Saputra, R. A. (2011). Pemeliharaan Bangunan: Basic Skill Facility Management. Andi, Yogyakarta, Indonesia.

NAHB. (2007). Study Life Expectancy of Home Component. Bank of America Home Equity.

Oladapo, A. (2006). “A Study of Tenants' Maintenance Awareness, Responsibility and Satisfaction In Instutitutional Housing In Nigeria”. International Journal of Strategic Property Management, 217-231.

RICS. (2017). Whole Life Carbon Assessment for The Building Environment. Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), London.

Schoen, L. J. (2010). Preventive Maintenance Guidebook. BOMA International, Washington, DC.

Watt, D. (2008). Building Pathology Principles and Practice Second Edition. Wiley-Blackwell.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :