PERBANDINGAN UNSAFE ACT PADA JAM KERJA NORMAL DENGAN JAM KERJA LEMBUR PARA PROYEK “X”

Rexy Stevenson Wuisan, Laurensius Alexander, Andi Andi

Abstract


Sektor konstruksi kerap kali dikaitkan dengan kecelakaan kerja dengan unsafe act sebagai penyebabnya. Jam lembur umum dilakukan pula pada sektor konstruksi, dimana potensi terjadinya kecelakaan kerja lebih besar. Oleh karena itu, perlu diketahui apakah dalam jam lembur terjadi unsafe act lebih banyak dibandingkan dari jam normal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode work sampling field count dengan checklist unsafe act yang telah dibuat. Pengambilan data pada jam normal dilakukan dengan 6 periode waktu pengambilan, sedangkan jam lembur dilakukan dengan 3 periode, digunakan pengamatan snap observation. Data diolah untuk memperoleh unsafe rating jam normal dan lembur. Hasil penelitian menunjukkan jam lembur memiliki unsafe rating lebih tinggi di angka 98,39% dengan proporsi pelanggaran masker (49,83%), APD tidak lengkap (37,92%), peralatan rusak (6,54%), posisi tidak aman (2,93%), pelanggaran lainnya (2,38%), untuk jenis unsafe act APD yang dilakukan adalah rompi (42,85%), sepatu (28,05%), helm (24,69%), body harness (4,05%), dan kaca mata (0,37%). Sedangkan untuk Jam normal berada diangka 94,69% dengan proporsi pelanggaran masker (51,55%), APD tidak lengkap (36,85%), peralatan rusak (7,76%), posisi tidak aman (1,91%), pelanggaran lainnya (1,63%), untuk jenis unsafe act APD yang dilakukan adalah rompi (39,19%), sepatu (33,33%), helm (23,51%), body harness (3,29%), dan kaca mata (0,68%).

Keywords


jam kerja normal, jam kerja lembur, unsafe act, proyek konstruksi

Full Text:

PDF

References


Aksorn,T., and Hadikusumo, B. HW., (2007). The Unsafe Acts and The Decision-to-Err Factors of Thai Construction Workers. Vol. 12, No. Ankle-Simon,. F; Rasmussen, D.T (2008). Diurnality, Nocturnality, and The Evolution of Primate Visual Systems. , 137(Supplement 47), 100–117. doi:10.1002/ajpa.20957 Badan Pusat Statistik. (2020). Konstruksi dalam Angka 2020. Gondosiswanto, F.C . (2016). Evaluasi Unsafe Act dan Unsafe Condition Pekerja pada Proyek Pembangunan Gedung X. (Master's Thesis). Universitas Kristen Petra. Hinze, W. (1997). Construction Safety Management, John Wiley & Sons, Inc, New York Prayogi, M. A.& Siregar, L. H. (2018, May 7).The Influence of Work Stress and Overtime Work on the Performance of the Employees. DOI: 10.31227/osf.io/96egd Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Jakarta Kuncoro, B.M.C & Devyanti, Y.M. (2020). Analisa Efektivitas Pekerja Berdasarkan Hari dan Waktu Kerja dengan Metode Work Sampling Studi Kasus pada Proyek Grand Dharmahusada Lagoon dan One Galaxy Mixed Use Development . (Thesis). Universitas Kristen Petra. Lingard, H & Rowlinson, S. (2015). Occupational Health and Safety in Construction Project Management. Linggadiharja, I.C. & Santoso, L.D. (2016). Tindakan Tidak Aman (Unsafe Act) Pekerja pada Suatu Proyek Konstruksi. (Thesis). Universitas Kristen Petra. Murthi, A.R & Widya, Y . (2009). Evaluasi Unsafe Act Pekerja pada Suatu Proyek . (Thesis). Universitas Kristen Petra. Olomaiye, P.O., Jayawardane, A.K.W., Harris, F. (1998). Construction Productivity Management. Essex, England: Longman. Oshman. (2009, May 22). Workplace Injury Legal Glossary. https://www.oshmanlaw.com/legal-glossary/workplace-injury/ Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-01/MEN/I/2007 tahun 2007 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Surya, A., Alvina, A.& Mahmud, I., (2021, Juli). Analisa Resiko Kecelakaan Pekerjaan Install Panel Sistem Pada Proyek Transmart Malang. DOI: 10.37373 United Nations Economic and Social Commission for Western Asia. (2020). Limits of Error. https://archive.unescwa.org/sd-glossary/limits-error


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :