PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA TERBREIS EKSENTRIS DENGAN SHORT LINK PADA KONFIGURASI V DAN MULTI-STORY X MENGGUNAKAN 3 BENTANG BREISING PADA BANGUNAN 12 DAN 18 LANTAI

Michael Susanto, Rivaldo Rivaldo, Effendy Tanojo, Hasan Santoso

Abstract


Indonesia sering mengalami gempa bumi karena terletak pada kawasan ring of fire. Gempa bumi dapat menimbulkan kerusakan struktur yang dapat memakan korban jiwa. Oleh karena itu, dalam mendesain bangunan perlu memperhatikan gempa yang dapat terjadi, khususnya pada bangunan tinggi. Pada bangunan terdapat berbagai macam penahan lateral untuk menahan gaya lateral dari gempa bumi, salah satunya adalah breising. Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh breising pada bangunan 12 (48 meter) lantai dan 18 (72 meter) lantai menggunakan sistem tunggal. Sistem breising yang diteliti adalah Sistem Rangka Terbreis Eksentris (SRTE) menggunakan breising hollow. Bentuk breising yang akan diteliti adalah bentuk V dan multi-story X dengan 3 bentang. Performa dari setiap bangunan akan ditinjau menggunakan analisis nonlinear time history. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa SRTE dengan breising bentuk multi-story X lebih unggul dari SRTE dengan breising bentuk V dalam aspek berat struktur, tingkat kerusakan bangunan, displacement dan drift ratio yang terjadi.

Keywords


sistem rangka terbreis eksentris, bangunan tinggi, bentuk V, bentuk multi-story X, nonlinear time history analysis, displacement, drift ratio.

Full Text:

PDF

References


Author. (2000). Prestandard and Commentary for The Seismic Rehabilitation of Buildings: FEMA 356, Federal Emergency Management Agency, Washington, D.C., Amerika Serikat. Author. (2016). Seismic Provisions for Structural Steel Buildings: AISC 341-16, American Institute of Steel Construction, Chicago, Illinois. Author. (2016). Specification for Structural Steel Buildings: AISC 360-16, American Institute of Steel Construction, Chicago, Illinois. Badan Standardisasi Nasional. (2019). Ketentuan Seismik untuk Struktur Baja Bangunan Gedung: SNI 7860:2015, Jakarta, Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. (2019). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung: SNI 1726:2019, Jakarta, Indonesia. Metre, S., Cghule, S., & Kiran, R. (2015). “Comparative Study of Different Types of Bracing Systems by Placing at Different Locations”. International Research Journal of Engineering and Technology. Vol. 4, No. 8, 2023-2027. Popov, E.P., Kasai, K., & Engelhardt, M. D. (1986). “Advances in Design of Eccentrically Braced Frames”. Bulletin of the New Zealand Society for Earthquake Engineering. Vol. 20, No. 1, 22-29. Rafael, J.W. (2017). Studi Perilaku dari Short Link, Intermediate Link dan Long Link pada Sistem Struktur Eccentrically Braced Frame (EBF). Unpublished Thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Riani, E.P., & Tania, A. (2018). Perbandingan Sistem Tunggal dan Sistem Ganda pada Bangunan Terbreis Eksentris Berbentuk V Terbalik dan Diagonal pada Mid Rise Building. Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya. Sayed, A.F., Wirawan, N.B., & Yudi, A. (2018). “Comparative Story Drift Analysis of High Rise Building Structure between X-Braced Frame and Two Story X-Braced Frame”. Journal of Science and Applicative Technology. Vol. 2, No. 1, 10-19. Unal, A., & Kaltakci, M.Y. (2016). “Seismic Behavior of Concentrically Steel Braced Frames and Their Use in Strengthening of Reinforced Concrete Frames by External Application”. Steel and Composite Structures. Vol. 21, No. 4, 687-702. Vemuri, J. (2016). “The Capacity Based Design Method for Eccentrically Braced Frames: A Critical Review”. Journal of Structural Engineering. Vol. 43, No. 3, 319-325.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :