ANALISA SEMEN CAMPURAN ABU DAUN BAMBU DAN KALSIUM HIDROKSIDA

Benny Kurniawan, Jimmy Sugiarto, Handoko Sugiharto

Abstract


Produksi semen memberikan dampak yang buruk pada lingkungan, yaitu pemanasan global dari karbon dioksida yang terbentuk selama proses produksi. Penggunaan bahan aditif untuk menggantikan semen sangat berpengaruh. Abu daun bambu adalah salah satu bahan aditif yang dapat menggantikan penggunaan semen. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik dari abu daun bambu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abu daun bambu adalah pozzolan kelas N, dengan konsentrasi silika oksida yang tinggi. Namun silika dalam abu daun bambu tidak sepenuhnya amorf, penggunaan kalsium hidroksida dibutuhkan untuk membantu proses hidrasi. Kalsium hidroksida akan bereaksi dengan silika oksida untuk membentuk silika hidrat yang berujung pada percepatan proses hidrasi. Penggunaan 90% abu daun bambu + 10% kalsium hidroksida digunakan pada penelitian ini. Penggunaan aditif sebanyak 8% sangat optimal untuk hasil kuat tekan. Penelitian ini juga menyimpulkan semakin tinggi persentase abu daun bambu akan menghasilkan massa mortar yang lebih ringan dan memiliki porositas dan daya serap yang semakin kecil

Keywords


semen, pozzolan, abu daun bambu, amorf, kalsium hidroksida, mortar

Full Text:

PDF

References


Antoni & Nugraha, P. (2007). Teknologi Beton. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

ASTM C109-99. (1999). “Standard Test Method for Compressive Strength of Hydraulic Cement Mortars.” United State of America: ASTM International.

ASTM C1403-13. (2013). “Standard Test Method for Rate of Water Absorption of Masonry Mortars.” United State of America: ASTM International.

ASTM C187-98. (1998). “Standard Test Method for Normal Consistency of Hydraulic Cement.” United State of America: ASTM International.

ASTM C191-08. (2008). “Time of Setting of Hydraulic Cement by Vicat Needle.” United State of America: ASTM International.

ASTM C230-03. (2003). “Standard Specification for Flow Table for Use in Tests of Hydraulic Cement.” United State of America: ASTM International.

ASTM C29-16. (2016). “Standard Test Method for Bulk Density (“Unit Weight”) and Voids and aggregates.” United State of America: ASTM International.

ASTM C618-19. (2019). “Standard Specification for Coal Fly Ash and Raw or Calcined Natural Pozzolan for Use in Concrete.” United State of America: ASTM International.

Diana, A. I. N., Fansuri, S., & Deshariyanto, D. (2020). “Penambahan Abu Daun Bambu sebagai Substitusi Material Semen terhadap Kinerja Beton”. Paduraksa: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa. Vol. 9, No.2, 172-182.

Onikeku, O., Shitote, S. M., Mwero, J., & Adedeji, A. (2019). “Evaluation of Characteristics of Concrete Mixed with Bamboo Leaf Ash”. The Open Construction & Building Technology Journal. Vol. 13, No. 1, 67-80.

Sanjuán, M.Á., Andrade, C., Mora, P., Zaragoza, A. (2020). “Carbon Dioxide Uptake by Mortars and Concretes Made with Portuguese Cements”. Applied Sciences. Vol. 10, No. 2, 646.

Umoh, A. A., & Odesola, I. A. (2015). “Characteristics of Bamboo Leaf Ash Blended Cement Paste and Mortar”. Civil Engineering Dimension. Vol. 17, No. 1, 22-28.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :