PENGARUH AKTIVASI NaOH PADA FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR VERY HIGH VOLUME FLY ASH

Authors

  • Edvan Benefisco Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Stanley Filberto Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra
  • Djwantoro Hardjito Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Keywords:

karakteritik agregat, campuran aspal emulsi dingin, pengujian marshall, stabilitas

Abstract

Penggunaan semen yang semakin meningkat menyebabkan pencemaran CO2 yang mempercepat global warming. Fly Ash (FA) yang merupakan limbah sisa pembakaran batu bara di PLTU adalah salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan untuk mengurai pemakaian semen. Namun, mortar dari FA memiliki kuat tekan awal yang rendah akibat reaksi hidrasi pozzolan yang lambat. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan aktivasi NaOH pada FA untuk meningkatkan kuat tekan awal dan akhir mortar. Selain itu, metode water bath juga dapat meningkatkan kereaktifan FA karena suhu yang meningkat sehingga dapat meningkatkan kuat tekan awal dan akhir mortar.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, metode aktivasi FA kelas C dan FA kelas F dengan larutan NaOH encer yang optimum adalah dengan mencampurkan FA dengan larutan NaOH lalu dimasukan ke dalam water bath dengan suhu 60 derajat. Lama waktu aktivasi optimum untuk FA kelas C adalah 30 menit sedangkan untuk FA kelas F adalah 2 jam. Aktivasi kimia dengan NaOH pada mortar dengan sistem FA dan Ca(OH)2 menunjukkan peningkatan kuat tekan awal dan akhir yang signifikan. Selain itu, mortar FA dan OPC dengan sistem VHVFA (very-High Volume Fly Ash) dengan aktivasi NaOH menggunakan water bath pada konsentrasi rendah dapat meningkatkan kuat tekan awal dan akhir dari mortar.

References

ASTM C778. (2009). “Standard Specification for Standard Colors for Polymer-Coated Chain Link Fence.” ASTM, 96(Reapproved), 1–2.

Antoni, Wibawa, H. S., & Hardjito, D. (2018). “Influence of Particle Size Distribution of High Calcium Fly Ash on HVFA Mortar Properties.” Civil Engineering Dimension, 20(2), 51. https://doi.org/10.9744/ced.20.2.51-56

Elizabeth, L., & Soelatiep, D. H. (2021). Pengaruh Aktivasi Fly Ash Secara Kimia terhadap Kuat Tekan Mortar HVFA. Tugas Akhir Universitas Kristen Petra.

Mehta, P. K. (2004). “High-Performance, High-Volume Fly Ash Concrete for Sustainable Development.” International Workshop on Sustainable Development and Concrete Technology, 3–14.

Pratiwi, W. D., Triwulan, Ekaputri, J. J., & Fansuri, H. (2020). “Combination of Precipitated-Calcium Carbonate Substitution and Dilute-Alkali Fly Ash Treatment in a Very High-volume Fly Ash Cement Paste.” Construction and Building Materials, 234, 117273. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2019.117273

Suhendro, B. (2014). “Toward Green Concrete for Better Sustainable Environment.” Procedia Engineering, 95(Scescm), 305–320. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2014.12.190

Thomas, M. D. A. (2010). “Optimizing Fly Ash Content for Sustainability, Durability, and Constructability.” 2nd International Conference on Sustainable Construction Materials and Technologies, 191–201.

Wang, T., & Ishida, T. (2019). “Multiphase Pozzolanic Reaction Model of Low-Calcium Fly Ash in Cement Systems”. Cement and Concrete Research, 122(April), 274–287. https://doi.org/10.1016/j.cemconres.2019.04.015

Yu, J., Mishra, D. K., Wu, C., & Leung, C. K. Y. (2018). “Very High Volume Fly Ash Green Concrete for Applications in India.” Waste Management and Research, 36(6), 520–526. https://doi.org/10.1177/0734242X18770241

Downloads