WISMA LANJUT USIA DI KABUPATEN MALANG
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia
di Indonesia yang mencapai 11,75% pada tahun
2023 dan diproyeksikan terus meningkat hingga
memasuki era ageing population pada tahun 2045
menimbulkan kebutuhan akan fasilitas hunian
lansia yang mampu mendukung kemandirian,
kesehatan, dan kualitas hidup penghuninya.
Keterbatasan fasilitas hunian lansia yang
memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, sosial,
serta penurunan kemampuan sensorik menjadi
permasalahan utama dalam perancangan Wisma
Lanjut Usia di Kabupaten Malang. Perancangan ini
bertujuan menyediakan lingkungan hunian bagi
lansia aktif yang aman, nyaman, mudah orientasi,
dan mampu mendukung aktivitas sehari-hari
melalui penerapan pendekatan Human-Centered
Design dan Sensory Design. Metode yang
digunakan meliputi studi literatur mengenai
karakteristik dan perilaku lansia, analisis kebutuhan
pengguna, analisis tapak berdasarkan kondisi fisik
dan regulasi kawasan, serta studi preseden fasilitas
hunian lansia. Hasil perancangan berupa wisma
lanjut usia dengan sistem sirkulasi yang mudah
dipahami, penataan massa berdasarkan hirarki
aktivitas dan tingkat privasi ruang, serta penerapan
elemen sensori melalui pengolahan cahaya alami,
tekstur material, aroma vegetasi, elemen air, dan
kualitas akustik lingkungan. Pendekatan sensori
diterapkan untuk menciptakan pengalaman ruang
yang mampu mendukung orientasi, meningkatkan
interaksi sosial, mendorong aktivitas fisik ringan,
serta memberikan kenyamanan psikologis bagi
penghuni. Perancangan ini menghasilkan
lingkungan hunian yang mendukung kemandirian,
kesejahteraan, dan kualitas hidup lansia secara
berkelanjutan di Kabupaten Malang.