FASILITAS REHABILITASI PECANDU NAPZA DIKOTA MALANG
Abstract
Perancangan Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di
Kota Malang dilatarbelakangi oleh meningkatnya
kasus penyalahgunaan narkoba serta terbatasnya
fasilitas rehabilitasi yang mampu memberikan
pelayanan yang manusiawi, aman, dan
mendukung pemulihan psikologis. Rehabilitasi
tidak hanya memerlukan penanganan medis,
tetapi juga lingkungan yang mampu mendukung
perubahan perilaku melalui pendekatan
Therapeutic Community. Oleh karena itu,
perancangan ini menghadirkan fasilitas yang
mengakomodasi fungsi asesmen, terapi, hunian,
aktivitas sosial, dan kegiatan luar ruang secara
terpadu. Program ruang disusun berdasarkan
regulasi nasional, standar teknis, dan studi
preseden. Konsep utama perancangan yang
diterapkan adalah Spatial Transition for Recovery,
yaitu konsep yang memaknai fasilitas rehabilitasi
sebagai rangkaian transisi ruang yang
merepresentasikan proses pemulihan pengguna
secara bertahap. Untuk mewujudkan konsep
tersebut, diterapkan pendekatan Biophilic Design
melalui integrasi elemen-elemen alam ke dalam
lingkungan binaan guna mengurangi stres,
meningkatkan kenyamanan psikologis, serta
mendukung proses pemulihan fisik, psikologis,
dan sosial. Dengan demikian, setiap perpindahan
ruang dirancang sebagai bagian dari proses
adaptasi, perkembangan, dan reintegrasi
pengguna menuju kehidupan yang lebih mandiri