Fasilitas Edukasi Pendaki di Surabaya
Abstract
Peningkatan jumlah pendaki gunung di Indonesia
yang juga disertai dengan bertambahnya angka
kecelakaan pendakian menunjukkan perlunya
fasilitas edukasi yang dapat membekali calon
pendaki sebelum melakukan aktivitas di alam
bebas. Saat ini, edukasi pendakian umumnya
masih diselenggarakan oleh komunitas atau
organisasi tertentu sehingga akses pembelajaran
bagi masyarakat luas masih terbatas. Perancangan
fasilitas edukasi pendaki bertujuan menyediakan
wadah pembelajaran yang mencakup aspek
pengetahuan, perlengkapan, sosial, dan praktik
pendakian. Surabaya dipilih sebagai lokasi
perancangan karena Pulau Jawa merupakan pusat
aktivitas pendakian di Indonesia, Jawa Timur
memiliki banyak jalur pendakian yang cocok bagi
pendaki pemula, serta Surabaya memiliki
komunitas pendakian yang aktif dan menjadi
salah satu pusat kegiatan pendakian di Jawa
Timur. Pendekatan multisensori diterapkan
sebagai metode pembelajaran untuk membangun
pengalaman belajar yang lebih efektif melalui
rangsangan dari berbagai indera. Pengalaman
taktil digunakan untuk membentuk muscle
memory yang diperlukan dalam aktivitas
pendakian, sedangkan elemen akustik berupa
suara air dimanfaatkan untuk menghadirkan
ketenangan dalam proses pengambilan keputusan.
Hasil perancangan berupa fasilitas edukasi
pendaki yang terdiri atas galeri sebagai ruang
edukasi pengetahuan, toko interaktif sebagai
media pembelajaran penggunaan peralatan, cafe
sebagai ruang interaksi dan penyelenggaraan
kegiatan komunitas, serta area simulasi sebagai
sarana praktik pendakian. Penerapan pendekatan
multisensori diharapkan dapat menghasilkan
pengalaman edukasi yang membekas sehingga
meningkatkan kesiapan dan keselamatan pendaki.