RUMAH KOMUNITAS LANSIA AKTIF DI SURABAYA

Authors

  • Melissa Dewi

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia
di Indonesia, terutama di Kota Surabaya,
menciptakan kebutuhan akan lingkungan yang
mendukung kesehatan, kemandirian, dan interaksi
sosial lansia. Masalah yang ada meliputi
keterbatasan fasilitas komunitas, meningkatnya
resiko isolasi sosial, dan kurangnya ruang yang
mendukung konsep Active Ageing. Ini menjadi
dasar perancangan Rumah Komunitas Lansia
Aktif di Surabaya. Ruang lingkup perancangan
mencakup penyediaan fasilitas daycare, hunian
jangka pendek, ruang kesehatan, ruang komunal,
area rekreasi, dan ruang edukasi yang terintegrasi
dalam satu kawasan. Metode perancangan
menggunakan pendekatan berbasis komunitas
(Community-Based Design) dengan menganalisis
kebutuhan pengguna, studi literatur, analisis
tapak, analisis perilaku lansia, penyusunan
program ruang, dan mengubah konsep menjadi
desain arsitektur yang memperhatikan
aksesibilitas, keamanan, kenyamanan, dan
keberlanjutan. Hasil perancangan adalah kawasan
rumah komunitas yang menerapkan prinsip
Active Ageing. Ini terlihat dari organisasi massa
di sekitar courtyard sebagai pusat aktivitas, sistem
sirkulasi looping yang mudah dimengerti, ruang
komunal sebagai titik interaksi sosial, serta
penerapan elemen arsitektur yang memberikan
kesan nyaman, pencahayaan dan penghawaan
alami, material ramah pengguna, dan fasilitas
yang mendukung aktivitas fisik, sosial, dan
mental lansia. Perancangan ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas hidup lansia, mendorong
partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat, dan
menjadi alternatif fasilitas komunitas lansia yang
inklusif dan berkelanjutan di Kota Surabaya.

Published

2026-09-24