Stasiun Intermoda di Surabaya

Authors

  • Helmiusi Laperta Judoko

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar
ke-2 di Indonesia, kepadatan penduduk dan
perkembangan kota telah menyebabkan
kemacetan yang makin signifikan. Seiring
dengan kebutuhan para komuter akan jalan yang
lebih bebas macet, sektor transportasi
menghadapi tekanan untuk menghadirkan solusi
yang tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi
juga mengurangi konsumsi energi serta emisi
karbon. Sebagai respon, Pemerintah Kota
Surabaya mengusulkan pembangunan Angkutan
Massal Cepat (AMC) berupa jaringan tram dan
monorail. Untuk mendukung inisiatif ini,
pengembangan stasiun intermoda menjadi
penting.
Stasiun intermoda di Surabaya ini telah
didesain sesuai dengan rencana dari Pemerintah
Kota Surabaya. Proses desain diawali dengan
pendekatan sirkulasi, memastikan setiap jalur
sirkulasi didesain sesuai dengan estimasi jumlah
pengguna yang difasilitasi. Fasilitas pendukung
untuk aktivitas harian para komuter juga
disediakan, seperti gerai makanan dan minuman,
retail kebutuhan sehari-hari, dan layanan penting
lainnya. Konsep ekonomi sirkular diterapkan
pada desain konstruksi bangunan, dengan
memprioritaskan penggunaan material reusable,
seperti balok dan kolom baja, serta konstruksi
lantai menggunakan cross laminated timber
(CLT).

Published

2026-09-24