Fasilitas Pelatihan Sepak Bola di Makassar

Frans Thesman

Abstract


Sepak bola adalah salah satu olahraga dengan angka penggemar terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 68 persen yang menempatkannya di posisi kedua, di bawah olahraga Badminton yang berada di peringkat pertama(Nielsen,2020), tetapi survei yang baru saja dibuat oleh PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indoncsia) mcnyatakan bahwa terdapat 77 persen penduduk yang menyukai sepak bola tetapi tidak berbanding lurus dengan angka orang yang bermain sepak bola, yang dimana hanya terdapat 17 persen penduduk Indonesia yang rutin bermain sepak bola sekurang kurangnya satu kali dalam seminggu(Prasetya,2021) PSSI yang melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 menyatakan bahwa diperlukan percepatan Olahraga sepak hola di Indonesia, yang dimana salah satu bentuk yang disebutkan dalam Instruksi Presiden adalah pembangunan infrastruktur dacrah untuk mendukung dacrah yang membutuhkan percepatan bila diperlukan. Makassar adalah salah satu kota yang tidak memihki stadion kota yang dapat digunakan olch klub tuan rumah mereka yakni PSM Makassar, dikarenakan stadion lama mereka yang tidak sesuai standar AFC(Asian Foothall Confedennion), sehingga mengharuskan klub ini untuk bermain jauh diluar kota tanpa dukungan szipporter. Dalam mendukung Instruksi Presiden yang telah ada, maka dibutuhkan ohjek perancangan dakim bentuk fasilitas pelatihan sepak hola yang terletak di kota Makassar, yang mengutamakan keamanan dan juga kenyamanan, serta memberikan nilai dari PSM Makassar, dan juga kota Makassar. Pendekatan simbolis dan Pcndalaman struktur diharapapkan dapat memenuhi kebut uhan dan manfaat yang diharapkan


Keywords


Fasilitas Pelatihan, Instruksi, Sepak bola,Simbolis,Struktur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :