Apartemen Hibrid di Surabaya

Edwin Kenley Mihardjo

Abstract


Surabaya dinyatakan oleh Badan Pusat Statistik (2021) merupakan kota penghasil GDP (Gross Domestic Product) tertinggi kedua di Indonesia menyebabkan perkembangan kota berpusat di daerah tertentu dan tidak merata. Oleh karena itu, Bappeko Surabaya (2021) mengeluarkan RPJMD 2021-2026, memprioritaskan daerah untuk hunian dan fasilitas yang memperbaiki kualitas hidup. Sejak pandemi, kondisi memaksa masyarakat bekerja dari rumah atau membuat usaha baru secara online sehingga perlu hunian dan tempat kerja. Oleh karena itu dibangun apartemen hibrid yang mengakomodasi hunian dan tempat kerja. Wirausahawan cenderung membesarkan usahanya sesuai lajur ekonominya (Universitas Binus, 2019) atau mempunyai keluarga yang memerlukan ruangan lebih besar. Oleh karena itu menerapkan “open building” yang menunjang adaptibilitas dengan pedekatan struktur bangunan serta pendalaman struktur dan variasi modul unit.

Keywords


Adaptibilitas, Apartemen Hibrid, Berkembang, RPJMD Surabaya, Struktur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :