Pusat Informasi Pariwisata di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

Stephany Wirawan

Abstract


usat Informasi Pariwisata di Kota
Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara
Timur dilatarbelakangi oleh Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun
2010-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun
2018-2023 yang ingin menjadikan Pulau Sumba
sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional.
Pusat informasi pariwisata diharapkan dapat
menjadi sarana wisata yang dapat membantu
Pulau Sumba berkembang menjadi pariwisata
nasional serta. dapat membantu wisatawan dalam
mendapatkan berbagai informasi mengenai
destinasi liburan mereka. Critical regionalisme
dipakai sebagai pendekatan perancangan karena
Pulau Sumba memiliki budaya dan
kepercayaannya sendiri serta keindahan alamnya
sehingga bangunan dapat mempertahankan
identitas lokal Pulau Sumba tetapi tetap
menggunakan elemen-elemen modern agar sesuai
dengan perkembangan zaman. Pendalaman
struktur digunakan untuk mewujudkan bentuk
bangunan yang mengambil dari rumah tradisional
Sumba namun dibuat menggunakan material dan
sistem struktur yang modern dengan
mempertimbangkan bentang yang ingin dicapai.


Keywords


budaya, critical regionalism, pusat informasi pariwisata, sumba, wisatawan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :