Rumah Susun Modular untuk Masyarakat Menengah Bawah di Surabaya

Elizabeth Evelyne Santoso

Abstract


Perancangan Rumah Susun Modular untuk
Masyarakat Menengah Bawah didasari oleh isu
kepadatan penduduk di Surabaya, lebih tepatnya di
kelurahan Wonokusumo, kecamatan Semampir,
Surabaya dengan kepadatan penduduk yang tinggi
98.243 jiwa/km2 dan jumlah penduduk mencapai
74.665 jiwa. Penduduknya didominasi masyarakat
menengah ke bawah yaitu pedagang, wiraswasta
yang bekerja di pasar Wonokusumo. Kondisi rumah
mereka kurang layak huni karena ekonominya
rendah. Hal ini membuat pemukiman warga menjadi
kurang tertata dan kumuh. Oleh karena itu, Rumah
Susun Modular untuk Masyarakat Menengah di
Surabaya menjadi sebuah alternatif untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Rumah Susun ini
dilengkapi oleh fasilitas komersial(Pasar Modern,
kios-kios dan pujasera) yang menjadi tempat
masyarakat Wonokusumo untuk bekerja sebagaia
pedagang karena mayoritas penduduknya adalah
pedagang dan wiraswasta. Masalah perancangannya
yaitu bagaimana menyediakan hunian yang dapat
mewadahi penghuni agar tetap dapat bekerja dan
tinggal dengan dekat sesuai kebutuhannya, hunian
yang adaptif dan proses pembangunannya cepat,
nyaman dan sehat. Sehingga pendekatan yang dipilih
yaitu pendekatan sistem karena konsep hunian yang
adaptif yaitu hunian yang dapat diperluas unitnya
secara horizontal maupun vertikal sehingga harus
tersistem dengan baik. Menggunakan pendalaman
sistem struktur karena adanya pengembangan unit
hunian yang memerlukan struktur khusus yang
didesain untuk menyelesaikan masalah kepadatan
penduduk yang terus meningkat dan rumah susun ini
termasuk menengah sehingga secara struktur lebih
kompleks


Keywords


Adaptif, Menengah bawah, Rumah Susun, Sistem struktur, Wonokusumo,

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :