Pengaruh Atribut Cafe Terhadap Motif Belanja Hedonik Motif Belanja Utilitarian dan Loyalitas Pelanggan Starbucks Coffee di The Square Apartment Surabaya

Authors

  • Jeslyn Monica Leha

Abstract

Pertumbuhan kafe yang cukup pesat di Surabaya menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat. Dalam persaingan yang ketat ini, para pengusaha harus memperhatikan Atribut Café sebagai salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen dalam membeli sebuah produk. Gerai makanan dan minuman yang mampu memberikan layanan yang berkualitas, akan memungkinkan konsumen yang datang merasa puas, sehingga akan menimbulkan pembelian ulang serta mendapatkan citra yang positif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Atribut Cafe yang meliputi Atmosfer, Lokasi, Fasilitas, Layanan, dan Merchandise terhadap Motif belanja Hedonik, Motif belanja Utilitarian, dan Loyalitas Pelanggan, serta mengetahui faktor mana yang paling dominan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner secara langsung pada objek penelitian yaitu konsumen Starbucks Coffee dengan kriteria konsumen yang paling sedikit dalam tiga bulan terakhir melakukan pembelian di The Square Apartment. Dengan menggunakan acuan jumlah sampel penelitian sebanyak 200 orang yang diuji dengan analisa SEM.

Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa diketahui hasil dari pengaruh konsumen berkunjung ke Starbucks Coffee berdasarkan motivasi Utilitarian Shopping.

References

DAFTAR PUSTAKA

[1] Arnold, Mark J. dan Reynolds, Kristy E. (2003). Hedonic shopping motivation. Journal of Retailing, 79 (2), 77-95

[2] Holbrook, M.B. & Hirchman, E.C (1982). The experiential aspects of consumption: consumer fantasies, feelings, and fun. Journal of Consumer Research. 11(9), 132-140

[3] Johnson, D.M., (1997). Customer orientation and market action. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice hall international inc

[4] Kotler Philip (2005), “Marketing Management”, Eleventh Edition, New Jersey: Prentice Hall

[5] Koo, D.M., 2003, “Inter-relationships among stores images, stores satisfaction, and store loyalty among Korea discount retail patrons”, “Asia Pacific Journal of Marketing and logistics”, vol.15, no.4, pp.42-71

[6] Maholtra, N.K. (2004). Marketing research (4th ed.). Prentice Hall: Pearson Education, Inc

[7] McGuire, R., 1974, An approach to Environmental Psychology, In Fisher, Feffrey D., Paul A. Bell, and Andrew Baum 1984 Environmental Psychology, 2nd ed. New York: Holt, Rinchart and Winston

[8] Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan implikasi untuk strategi dan penelitian pemasaran. Jakarta: Prenada Media

[9] Sopiah, 2008, Perilaku Organisasional, Yogyakarta : C.V Andi Offset

[10] Sumarwan, Ujang. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia. Jakarta

[11] Tauber, Edward M. (1972), "Why Do People Shop?," Journal of Marketing, 36(4), 46-49

[12] Umar, Husein, (2002). Riset pemasaran & perilaku konsumen, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

[13] Zeithaml, V., Bitner, M.J., dan Gremeler, D.D,. (2009). Services Marketing – integrating customer focus across the firm 5th Edition. McGraw-Hill : Newyork [18] Kertajaya, Hermawan. (2006). Hermawan Kertajaya on Selling. Jakarta: PT. Mizan Pustaka.

Downloads

Published

2014-01-15