PENGARUH METODE PEMBUATAN DAN KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C

Michael Benjamin Honny, Joshua Wilson Thiofilus, Djwantoro Hardjito, Antoni Antoni

Abstract


Penggunaan fly ash tipe C pada pembuatan beton geopolimer dapat menyebabkan terjadinya flash set. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini membahas mengenai pengaruh metode pembuatan, perbandingan komposisi alkali activator serta metode curing terhadap karakteristik beton geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C. Alkali activator yang digunakan berupa larutan Na2SiO3 dan larutan NaOH dengan molaritas sebesar 8M. Perbandingan alkali activator yang digunakan sebesar 0.66, 1.5, dan 2.5. Pengujian yang dilakukan yaitu initial setting time, workability, dan kuat tekan beton geopolimer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode pembuatan dan perbandingan komposisi alkali activator mempengaruhi initial setting time dan workability beton geopolimer. Pembuatan beton geopolimer dengan metode pencampuran terpisah yaitu mencampurkan larutan NaOH dengan fly ash terlebih dahulu dapat mengatasi flash set. Selain itu semakin kecil perbandingan alkali activator hingga 0.66, maka akan semakin lama initial setting time yang terjadi. Penggunaan curing oven dapat meningkatkan kuat tekan beton geopolimer. Akan tetapi curing tanpa menggunakan oven masih dapat menghasilkan kuat tekan beton geopolimer yang cukup tinggi sebesar 29 MPa pada umur 28 hari.

Keywords


flash setting, initial setting time, workability, kuat tekan, alkali activator, metode pembuatan, metode curing

Full Text:

PDF

References


Antoni, Wijaya, S. W., Satria, J., Sugiarto, A., & Hardjito, D. (2016). The Use of Borax in Deterring Flash Setting of High Calcium Fly Ash Based Geopolymer. Materials Science Forum, 857, 416–420. https://doi.org/10.4028/www.scientific.net/msf.857.416

ASTM C33-90. (1993). In Specification For Concrete Aggregates (30th ed., p. 577). Baltimore.

ASTM C403-90. (1993). In Standart Test Method for Time of Setting of Concrete Mixtures by Penetration Resistance (30th ed., pp. 1130–1133). Baltimore.

ASTM D 5239. (2004). Standard Practice for Characterizing Fly Ash for Use in Soil Stabilization. Annual Book of ASTM Standards, 04, 98–100.

Chindaprasirt, P., & Chareerat, T. (2010). High-Strength Geopolymer Using Fine High-Calcium Fly Ash. Journal of Materials in Civil Engineering, 23(March), 264–271. https://doi.org/10.1061/(ASCE)MT.1943-5533.0000161.

Guo, X., Shi, H., & Dick, W. A. (2010). Compressive Strength and Microstructural Characteristics of Class C Fly Ash Geopolymer. Cement and Concrete Composites, 32(2), 142–147. https://doi.org/10.1016/j.cemconcomp.2009.11.003

Hardjito, D., & Rangan, B. V. (2005). Development and Properties of Low-calcium Fly Ash-based Geopolymer Concrete. Research Report GC 1 Faculty of Engineering Curtin University of Technology Perth, Australia.

Hardjito, D., Wallah, S. E., Sumajouw, D. M. J., & Rangan, B. . (2004). Factors Influencing the Compressive Strength of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete. Civil Engineering Dimension, 6(2), 88–93. https://doi.org/10.9744/ced.6.2.pp. 88-93

Hardjito, D., Wallah, S. E., Sumajouw, D. M. J., & Rangan, B. V. (2005). On The Development of Fly Ash-based Geopolymer Concrete On the Development of Fly Ash-Based. ACI Materials Journal, 101(6), 467–472.

Surja, R. T., Mintura, R., Antoni, & Hardjito, D. (2017). Perbandingan Beberapa Prosedur Pembuatan Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Tipe C. Dimensi Pratama Teknik Sipil, 6(2), 185–191.

Surya, R., & Lairenz, K. N. (2019). Pengaruh Komposisi Alkali Activator Dan Urutan Penyampuran Terhadap Karakteristik Mortar Geopolimer High Calcium Fly Ash. Tugas Akhir Prodi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :