CAMPURAN OPTIMUM TANAH KAPUR WASAY DENGAN SEMEN UNTUK LAPIS FONDASI JALAN

Edriant Yobel Edong Rumissing, Cherly Agnes Pattiasina, Paravita Sri Wulandari, Harry Patmadjaja

Abstract


Pemanfaatan material lokal sebagai pengganti material agregat terutama pada struktur lapis fondasi jalan adalah alternatif agar lebih ekonomis. Tanah kapur adalah salah satu material lokal yang banyak terdapat di perbukitan tempat dimana pembangunan jalan Trans Papua dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik tanah kapur Wasay serta campuran dengan kadar semen optimum agar memenuhi target nilai uji kuat tekan bebas yang diisyaratkan pada Spesifikasi Bina Marga 2018. Campuran tanah kapur Wasay dengan kadar semen 0% sampai 8% dengan interval 1% sampai keadaan kadar air optimum atau Optimum Moisture Content/OMC. Masa perawatan selama tujuh hari dan setelah masa perawatan, dilakukan perendaman selama empat jam sebelum dilakukan pengujian kuat tekan bebas atau Unconfined Compression Strenght/UCS. Hasil nilai uji kuat tekan bebas menunjukkan peningkatan nilai kuat tekan bebas seiring meningkatnya kadar semennya. Dari hasil uji kuat tekan bebas, kadar semen optimum ialah sebesar 8% dengan nilai uji kuat tekan bebasnya 28,195 kg/cm2, yang memenuhi target nilai uji kuat tekan bebas yang diisyaratkan Spesifikasi Bina Marga 2018 sebesar 24 kg/cm2. Masa perawatan tiga hari, tujuh hari, dan empat belas hari dilakukan pada kadar semen optimum yaitu 8%, dari hasil nilai uji kuat tekan bebas pada masa perawatan tersebut, masa perawatan optimum ialah selama tujuh hari.

Keywords


tanah kapur Wasay, lapis fondasi jalan tanah semen, uji kuat tekan bebas

Full Text:

PDF

References


ASTM D 698. (1998). Soil and Rock. United States: Association of Standard Testing Materials.

Biro Komunikasi Publik Kementrian PUPR. (2018, Februari 28). Jalan Trans Papua Barat 1.070 Km Tersambung. Retrieved Februari 02, 2019, from PU-net Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia: https://www.pu.go.id/berita/view/15371/jalan-trans-papua-barat-1-070-km-tersambung.

Bowles, J. E. (1970). Engineering Propertis of Soil and Their Measurement. McGraw-Hill, Incorporated. New York.

Das, M. B., & Shoban, K. (2012). Principles of Geothecnical Engineering 8th Edition, SI. Cengage Learning. Stamford.

Direktorat Jendral Bina Marga. (2018). Spesifikasi Umum Bina Marga. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Bina Marga.

Hardjowigeno, S. (1993). Ilmu Tanah.Akademika Pressindo. Jakarta

Kezdi, A., (1979), “Stabilization Earth Roads”, Elvesier Scientific Publishing Company, NewYork.

Nono. (2009, Agustus). Kajian Penggunaan Lapis Pondasi Agregat yang Distabilisasi Semen. 26(2).

Pirmadona, S., Muhardy, & Kurniawandy, A. (2012). Stabilitas Tanah Plastisitas Rendah dengan Semen. Jom FTeknik, II(2).

SNI 03-6798-2002 (2002). Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Kuat Tekan dan Lentur Tanah Semen di Laboratorium. Badan Standarisasi Nasional

SNI 1742:2008 (2008). Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah. Badan Standarisasi Nasional.

SNI 6887:2012 (2012). Metode Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah-Semen. Badan Standarisasi Nasional.

SNI 7064:2014 (2014). Semen Portland Komposit. Badan Standarisasi Nasional.

Terzaghi, Peck, & Mesri (1996), Soil Mechanics In Engineering Practice. John Wiley & Sons. Canada.

Todingrara, Y. T., M. W. Tjaronge., T. Harianto., & Ramli, M. (2016, September). Studi Karakteristik Mikro Struktur dan Tegangan pada Material Berbasis Olahan Kapur. Publikasi Ilmiah S3 Teknik Sipil Unhas, p. 55.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :