TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN INSENTIF FINANSIAL DAN INSENTIF NON-FINANSIAL BAGI STAF KANTOR PERUSAHAAN KONSULTAN

Kevin Wisely Samjaya, Vincentius Stanley, Andi Andi

Abstract


Pemberian insentif seringkali digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan produktivitas para staf karyawan. Terdapat dua jenis insentif yang dapat diberikan yaitu insentif finansial dan insentif non-finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepentingan dan kepuasan antara insentif finansial dan insentif non-finansial bagi staf karyawan kantor perusahaan konsultan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada 60 staf karyawan yang bekerja pada lima perusahaan konsultan yang ada di Surabaya.
Dari jawaban kuesioner para responden didapatkan bahwa staf karyawan kantor perusahaan konsultan lebih mementingkan insentif finansial daripada insentif non-finansial. Tunjangan hari raya merupakan insentif finansial yang dianggap paling penting oleh mereka. Sedangkan jam kerja yang fleksibel merupakan insentif non-finansial yang dianggap paling penting. Untuk tingkat kepuasan, staf karyawan kantor perusahaan konsultan mayoritas sudah merasa cukup puas dengan insentif yang telah mereka terima dari perusahaan tempat mereka bekerja.


Keywords


insentif finansial, insentif non-finansial, karyawan, perusahaan konsultan, kepentingan, kepuasan.

Full Text:

PDF

References


Aguinis, H. (2013). Performance Management (3rd ed.). Upper Saddle, NJ: Prentice Hall.

Aguinis, H., Joo, H., & Gottfredson, R. K. (2013). “What Monetary Rewards Can and Cannot Do: How to Show Employees the Money.” Business Horizons, 56(2), 241–249. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2012.11.007 Gorda, IGN, (2004), Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit STIE Satya Dharma Singaraja.

Locke, E. A., Shaw K. N., Saari L. M. & Latham G.P. (1980). “Goal Setting and Task Performance : 1969-1980.” Psychological Bulletin. Vol. 90, No. 1, 125-152.

Long, R. J., & Shields, J. L. (2010). “From Pay to Praise? Non-Cash Employee Recognition in Canadian and Australian Firms.” The International Journal of Human Resource Management, 21(8), 1145–1172. https://doi.org/10.1080/09585192.2010.483840 Manullang, (1981), Manajemen Personalia, Ghalia Indonesia,Jakarta. McClelland, D. C. (1975). Power the Inner Experience. Irvington,New York.

Rose, T., & Manley, K. (2010). “Client Recommendations for Financial Incentives on Construction Projects.” Engineering, Construction and Architectural Management, 17(3), 252–267. https://doi.org/10.1108/09699981011038051

Rose, T., & Manley, K. (2011). “Motivation toward Financial Incentive Goals on Construction Projects.” Journal of Business Research, 64(7), 765–773.https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2010.07.003

Saleh, S. D., & Singh, T. (1973). “Work Values of White-Collar Employees As a Function of Sociological Background.” Journal of Applied Psychology, 58(1), 131–133. https://doi.org/10.1037/h0035421

Tang, W., Qiang, M., Duffield, C. F., Young, D. M., & Lu, Y. (2008). “Incentives in the Chinese Construction Industry.” Journal of Construction Engineering and Management, 134(7), 457–467. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9364(2008)134:7(457)

Trank, C. Q., Rynes, S. L., & Bretz, R. D. (2002). “Attracting Applicants in the War for Talent: Differences in Work Preferences Among High Achievers.” Journal of Business and Psychology,

(3), 331–345. https://doi.org/10.1023/A:1012887605708

Yavuz, N. (2004). The Use of Non-Monetary Incentives as a Motivational Tool: a Survey Study in a Public Organization in Turkey, (July), 1–99.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :