UJI LENTUR DAN TARIK PADA GROUND SLAB DENGAN TULANGAN GEOGRID

Vincentius Kevin, Yoza Widi, Handoko Sugiharto

Abstract


Beton merupakan material yang memiliki kekuatan tekan yang sangat tinggi. Namun beton juga memiliki kelemahan yaitu kemampuan menahan tariknya yang sangat kecil. Maka dari itu perlu adanya perkuatan dengan menggunakan tulangan untuk menahan gaya tarik. Tetapi material tulangan yang digunakan dapat mengalami korosi dan biayanya cukup mahal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk tulangan yaitu menggunakan geogrid. Geogrid biasanya lebih banyak digunakan sebagai perkuatan pada dinding penahan tanah, perkuatan lapis perkerasan. Dalam penelitian ini digunakan 3 jenis model geogrid yaitu uniaxial, biaxial, dan triaxial. Beberapa macam pengujian yang dilakukan yaitu Flexural Test dan Split test. Dalam pengujian Flexural Test didapatkan hasil bahwa semua beton yang diberikan perkuatan geogrid mengalami peningkatan kekuatan dibandingkan beton kontrol. Untuk pengujian Split Test tidak semua beton dengan perkuatan geogrid mengalami peningkatan kekuatan dibandingkan dengan beton normal. Dalam penelitian ini didapatkan informasi mengenai kekuatan, mekanisme kerja tiap geogrid, pengaruh jumlah layer geogrid, dan bagaimana tipe geogrid yang digunakan akan mempengaruhi kemampuan beton dalam menahan tarik. Melalui data-data tersebut akan disimpulkan apakah geogrid bisa digunakan sebagai tulangan pelat dasar, dan geogrid manakah yang paling cocok untuk hal tersebut.

Keywords


beton, geogrid, flexural test, split test

Full Text:

PDF

References


El Meski, F., & Chehab, G.R. (2014). Flexural Behavior of Concrete Beams Reinforced with Different Types of Geogrids. Journal of Materials in Civil Engineering, Vol 26.

Permathene. (2002). EtsongTM Geogrids. Retrieved from http://www.permathene.com/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :