PENGARUH URUTAN PENCAMPURAN DAN KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C

Wempy Erlando, Goey Frengki, Djwantoro Hardjito, Antoni Antoni

Abstract


Geopolimer umumnya dibuat dengan mencampurkan fly ash dengan larutan alkali activator. Penggunaan fly ash tipe C yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi menyebabkan flash setting dalam pembuatan geopolimer. Pada penelitian sebelumnya, sudah diperoleh solusi untuk menyelesaikan masalah ini yaitu mengubah urutan pencampuran mortar geopolimer. Namun, hal ini berakibat pada menurunnya kuat tekan dari mortar geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh urutan pencampuran, lama waktu pencampuran, dan komposisi alkali activator terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dibagi menjadi 2 yaitu dengan rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5 dan dengan sodium silikat tetap. Konsentrasi NaOH yang digunakan dari 6M sampai 14M. Berdasarkan hasil penelitian, urutan pencampuran berpengaruh pada initial setting time dan kuat tekan. Pada rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5, semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan, maka semakin lama initial setting time yang dihasilkan. Penggunaaan konsentrasi NaOH lebih dari 10M bisa menyebabkan menurunnya kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dengan komposisi sodium silikat tetap, semakin tinggi konsentrasi NaOH menyebabkan initial setting time menjadi semakin cepat, tetapi kuat tekannya bertambah

Keywords


fly ash tipe C, flash setting, initial setting time, kuat tekan, urutan pencampuran, lama Pencampuran, alkali Activator, konsentrasi NaOH

Full Text:

PDF

References


Chindaprasirt, P., & Rattanasak, U. (2017). Characterization of the High-calcium Fly Ash Geopolymer Mortar with Hot-weather Curing Systems for Sustainable Application. Advanced Powder Technology, 28(9), 2317–2324.

Davidovits, J. (1994). Properties of Geopolymer Cements, Joseph Davidovits Geopolymer Institute, Saint-Quentin, France, 1–19.

Hardjito, D. (2005). Studies on Fly Ash-Based Geopolymer Concrete. Curtin University.

Hardjito, D., & Rangan, B. V. (2005). Development and Properties of Low-calcium Fly Ash-based Geopolymer Concrete. Research Report GC 1 Faculty of Engineering Curtin University of Technology Perth, Australia.

Hardjito, D., Wallah, S. E., Sumajouw, D. M. J., & Rangan, B. V. (2004). Factors Influencing the Compressive Strength of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete. Civil Engineering Dimension, 6, 88–93.

Hardjito, D., Wallah, S. E., Sumajouw, D. M. J., & Rangan, B. V. (2005). On the Development of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete. ACI Materials Journal, 101(6), 467–472.

Jaarsveld, J. G. S. Van, Deventer, J. S. J. Van, & Lukey, G. C. (2003). The Characterisation of Source Materials in Fly Ash-based Geopolymers. Materials Letters, 57, 1272–1280.

Pavithra, P., Reddy, M. S., Dinakar, P., Rao, B. H., Satpathy, B. K., & Mohanty, A. N. (2016). A Mix Design Procedure for Geopolymer Concrete with Fly Ash. Journal of Cleaner Production, 133, 117–125.

Putra, A. K., Wallah, S. E., & Dapas, S. O. (2014). Kuat Tarik Belah Beton Geopolymer Berbasis Abu Terbang (Fly ash). Jurnal Sipil Statik, 2(7), 330–336.

Satria, J., Sugiarto, A., Hardjito, D., & Antoni, A. (2017). Effect of Variability of Fly Ash Obtained from the Same Source on the Characteristics of Geopolymer. EDP Sciences, 97(MATEC Web of Conferences), 9–13.

Surja, R. T., Mintura, R., Antoni, & Hardjito, D. (2017). Perbandingan Beberapa Prosedur Pembuatan Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Tipe C. Dimensi Pratama Teknik Sipil, 6(2), 185–191.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :