SUMBER AIR ALTERNATIF UNTUK SEBUAH BANGUNAN HOTEL DI SURABAYA

Roy Adi Putera Gunawan, Giovani Irena, Herry Pintardi Chandra, Cilcia Kusumastuti

Abstract


Kota Surabaya merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi kedua di Indonesia. Jumlah penduduk yang terus bertambah mengakibatkan beberapa dampak salah satunya kebutuhan air meningkat. Dengan kebutuhan air yang meningkat maka ada kemungkinan pengambilan air dari sumber air secara besar-besaran sehingga dibutuhkan suatu usaha konservasi air. Menurut Green Building Council Indonesia (2013), salah satu tindakan konservasi air adalah menggunakan sumber air alternatif. Penelitian ini memfokuskan pada bangunan hotel X di Kota Surabaya untuk dianalisis sumber air alternatifnya. Hotel tersebut memiliki 2 (dua) sumber air alternatif yaitu air hujan dan air limbah yang diolah. Kedua sumber air alternatif tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air pada Hotel X. Volume air hujan dihitung dengan menggunakan analisis hidrologi dan didapatkan hasil bahwa air hujan dapat memenuhi kebutuhan air pada hotel yang meliputi pengairan taman, cuci tangan dan lavatori pada hotel X. Sedangkan volume air limbah dihitung didapatkan bahwa volume air limbah pada hotel X lebih banyak dibandingkan dengan volume air hujan sehingga air limbah yang diolah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air pada hotel X lebih banyak dibandingkan dengan air hujan

Keywords


air hujan, air limbah, hotel, sumber air alternatif

Full Text:

PDF

References


Abdulla F.A., Al-Shareef A. W. (2009). Roof Rainwater Harvesting Systems for Household Water Supply in Jordan. Desalination. Vol. 243, No 195-207

Balasubramanya, (2006). Rainwater Harvesting and Management. Nagpur: India.

Chao Hsien Liaw, Yao-Lung Tsai. (2004). Optimum Storage Volume Of Rooftop Rainwater Harvesting Systmes For Domestic Use. Journal of the American Water Resources Association.

Corbitt, Robert A. (1998). Standard Handbook of Environmental Engineering. Mc Graw-Hill Professional.

Green Building Council Indonesia. (2013). Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.2. Ringkasan Kriteria dan Tolok Ukur.

Liptak. (1974). Environmental Engineer’s Handbook: Water Pollution Volume 1 of Environmental Engineers’ Handbook. Chilton Book Company: Virginia.

Peraturan Menteri Kesehatan. (2010). No. 492 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2009). No. 12 pasal 1: ayat 1 dan ayat 3 tentang Pemanfaatan Air Hujan.

Radaideh, Jamal. (2009). Quality Assessment of Harvested Rainwater for Domesic Uses. Jordan Journal of Earth And Environmental Sciences. Vol 2 no. 1

Raju, BSN. (1994). Water Supply and Waste Water Engineering. McGraw Hill: India.

Sharpe William E dan Bryan Swistock. 2008. Memanen Air Hujan (Rainwater Harvesting) sebagai Alternatif Sumber air.

United Nations Environtment Programme. (2009). Rainwater Harvesting: A Lifeline for Human Well Being. A report by Stockholm environment Institute.

United States Envinromental Protection Agency. (1995). Office of Water. Cleaner Water Through Conversation. Washington DC.

World Health Organization. (2011). Guidelines for Drinking Water Quality Fourth Edition. Gutenerg: Malta

World Water Assessment Programme. (2003). Water for People Water for Life. The United Nation World Water Development Report.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :