FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT KONTRAKTOR UNTUK MELAKSANAKAN K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI

Jayadi Ong, Samuel Suryadharma, Andi Andi

Abstract


Industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan industri lain karena memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Pelaksanaan K3 yang efektif dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Tetapi pada kenyataannya di proyek konstruksi, pelaksanaan K3 seringkali terhambat. Penelitian ini menggunakan metode pembagian kuesioner yang dibagikan kepada kontraktor kecil menengah, besar serta konsultan pada proyek–proyek konstruksi di Surabaya untuk mencari hambatan-hambatan tersebut. Faktor–faktor penghambat kontraktor untuk melaksanakan K3 didapatkan dari analisis data. Dari analisis deskriptif didapatkan faktor–faktor penghambat kontraktor untuk melaksanakan K3 dengan nilai rata-rata yang tinggi yaitu biaya pelaksanaan K3 yang tinggi, pengawasan pemerintah yang tidak ketat dan kurangnya insentif bila terjadi zero accident. Melalui analisis Independent Sample T-Test ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan pandangan antara kontraktor kecil menengah dengan kontraktor besar maupun antara kontraktor besar dengan konsultan. Ketiga pihak juga setuju bahwa pengawasan pelaksanaan K3 di lapangan oleh pemerintah yang tidak ketat merupakan faktor penghambat utama untuk melaksanakan K3.

Keywords


hambatan, pelaksanaan K3, kontraktor

Full Text:

PDF

References


Abdul-Rashid, I., Bassioni, H., dan Bawazeer, F. (2007, September). Factors Affecting Safety Performance in Large Construction Contractors in Egypt. In: Boyd, D (Ed) Proceedings of the 23rd Annual ARCOM Conference (pp. 661-670). Association of Researchers in Construction Management, Belfast, UK.

Aksorn, T. dan Hadikusumo, B.H.W. (2008, April). Critical Success Factors Influencing Safety Program Performance in Thai Construction Projects. Safety Science, 46(4), 709-727.

Hinze, J.W. (1997). Construction Safety. Prentice-Hall Inc., New Jersey.

Holt, A. S. J. (2005). Principles of Construction Safety. Blackwell Science.

Kheni, N.A., Gibb, A.G.F., dan Dainty, A.J.F. (2006, September). The Management of Construction Sites Health and Safety by Small and Medium Sized Construction Businesses in Developing Countries: A Ghana Case Study. In: Boyd, D (Ed) Proceedings of the 22nd Annual ARCOM Conference (pp. 273–282). Association of Researchers in Construction Management, Birmingham, UK.

Lee, Chia-Kuang dan Jaafar, Y. (2013, Januari). Prioritization of Factors Influencing Safety Performance on Construction Sites: A Study Based on Grade Seven (G7) Main Contractors' Perspectives. International Proceedings of Economics Development and Research: International Conference on Business, Management and Governance (pp. 6-12).

Mangkunegara, A.P. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Remaja Rosda Karya, Bandung.

Sunindijo, R.Y. (2015, Desember). Improving Safety Among Small Organisations in the Construction Industry: Key Barriers and Improvement Strategies. Procedia Engineering 125, 109-116.

Umeokafor, N.I. (2017, Maret). Barriers to Construction Health and Safety Self-regulation: A Scoping Case of Nigeria. Civil Engineering Dimension, 19(1), 44-53.

Wong, J.Y.Y dan Gray, J. dan Sadiqi, Z. (2015, Maret). Barrier to Good Occupation Health & Safety (OHS) Practices by Small Construction Firms. Journal of Construction Management, 55-66.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :