KINERJA STRUKTUR EXISTING YANG DIRENCANAKAN BERDASARKAN PERATURAN GEMPA TAHUN 1983. STUDI KASUS STRUKTUR HOTEL DI BALIKPAPAN

Ferry Ferry, Elian Davin Mulyadi, Pamuda Pudjisuryadi, Benjamin Lumantarna

Abstract


Indonesia telah beberapa kali mengalami pembaruan peraturan gempa, mulai dari PMI 1970 sampai menjadi SNI 1726-2012. Pembaruan ini mensyaratkan beban gempa dengan periode ulang yang lebih besar. Hal ini berdampak kepada bangunan existing yang direncanakan menggunakan peraturan lama. Dikhawatirkan bangunan tersebut tidak memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh peraturan baru, sehingga diperlukan kajian ulang mengenai kinerja dari bangunan. Penelitian ini akan menggunakan studi kasus dari bangunan hotel 9 lantai di kota Balikpapan, yang direncanakan berdasarkan PPTI-UG 1983 dengan peraturan beton SKSNI T-15-1991-03, dan akan dievaluasi terhadap SNI 1726-2012. Analisa menggunakan non-linear direct integration time history dengan program SAP2000 v.18.2. Evaluasi kinerja bangunan didasarkan pada performance level berdasarkan FEMA 356 serta individual damage index berdasarkan ACMC. Bangunan menunjukkan kinerja yang baik pada level gempa desain maupun gempa 2500 tahun. Drift ratio dari bangunan tidak melebihi 0.5% untuk setiap level gempa yang diujikan. Nilai maksimum individual damage index pada elemen balok juga hanya sebesar 0.0426 dimana nilai tersebut masih dibawah batas serviceability limit state yang ditentukan ACMC.

Keywords


non-linear direct integration, performance level, PPTI-UG 1983, SKSNI T-15-1991-03, time history

Full Text:

PDF

References


ACMC. (2001). Asian Concrete Model Code Level 1&2 Documents, International Committee on Concrete Model Code, Tokyo, Japan.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). Tata Cara Perenanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung Non Gedung, SNI 1726-2012, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta, Indonesia.

Badan Standardisasi Nasional. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 2847-2013, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta, Indonesia.

FEMA 356. (2000). NEHRP Guidelines for the Seismic Rehabilitation of Buildings, Federal Emergency Management Agency, Washington D.C, United States.

Irsyam, M. et al. (2010). Ringkasan Hasil Studi Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010,

Lumantarna, B. (2008). Perkembangan Peraturan Pembebanan dan Perencanaan Bangunan Tahan Gempa,

Lumantarna, B. et al. (2007).“Seismic Performance of Special Moment Resisting Frames Designed In Accordance to the Indonesian Concrete and Earthquake Codes”.MDCMS. Proceedings of the First

International Conference on Modern Design, Construction and Maintenance of Structures, Hanoi, Vietnam, 10-11 December 2007.

Montejo, L.A. (2007). CUMBIA, Department of Civil, Construction, and Environmental Engineering North California State University, North California, United States.

Powell, G.H. and Allahabadi, R. (1988). “Seismic Damage Prediction by Deterministic Methods: Concept and Procedure”. Earthquake Engineering and Structural Dynamics. Vol. 16. 719-734.

Tim Penyusun. (1983). Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung 1983, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung, Indonesia.

SKSNI T-15 (1991). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, SKSNI T-15-1991-03, Yayasan LPMB, Bandung, Indonesia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :