PERBANDINGAN SISTEM TUNGGAL DAN SISTEM GANDA PADA BANGUNAN TERBREIS EKSENTRIS BERBENTUK V TERBALIK DAN DIAGONAL PADA MID RISE BUILDING

Evelin Puspa Riani, Avilia Tania, Effendy Tanojo, Hasan Santoso

Abstract


Perencanaan bangunan di Indonesia wajib didesain tahan terhadap gempa karena Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Terdapat dua sistem penahan gempa yaitu, sistem tunggal dan sistem ganda. Dalam penelitian ini, bangunan didesain menggunakan sistem ganda berupa sistem Rangka Terbreis Eksentris (RTE) dan sistem Rangka Momen Khusus (RMK) serta sistem tunggal berupa RTE. Untuk sistem ganda, bangunan harus memenuhi peraturan dalam SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1, di mana rangka pemikul momen khusus mampu menahan paling sedikit 25% gaya gempa desain dengan distribusi yang proporsional terhadap kekakuannya. Untuk sistem tunggal, terdapat batasan ketinggian dalam tabel 9 yaitu 48m, tetapi batasan tersebut diijinkan untuk ditingkatkan sampai 72m apabila memenuhi persyaratan dalam pasal 7.2.5.4. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan menggunakan mid-rise building, yaitu 12 dan 18 lantai, dengan dua bentuk bresing (V terbalik dan diagonal) dan dua skenario yang berbeda (skenario Sistem Tunggal dan Sistem Ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan skenario Sistem Tunggal lebih hemat dan menghasilkan performa yang lebih baik, khususnya pada bangunan 12 lantai. Pada bangunan 18 lantai performa bangunan skenario Sistem Tunggal lebih buruk, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan. Selain itu, juga didapat kesimpulan bahwa secara keseluruhan bangunan terbreis eksentris V terbalik lebih baik dibandingkan dengan bangunan terbreis diagonal.

Keywords


sistem tunggal, sistem ganda, rangka momen khusus, rangka terbreis eksentris

Full Text:

PDF

References


Edwin, S. dan Mulia, H. S. (2017). Perencanaan Struktur Baja Berdasarkan Kekakuan dan Kekuatan Sistem Ganda SRPMK dan SRBE Bentuk Diagonal Menurut SNI 1726:2012 Pasal 7.2.5.1 (TA No. 11012148/SIP/2017). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Gunawan, K. dan Kurniawan, J. (2016). Penelitian Mengenai SNI 1726:2012 Pasal 7.2.5.1 tentang Distribusi Gaya Lateral terhadap Kekakuan dan Kekuatan pada Struktur Baja Sistem Rangka Bresing Eksentris (TA No. 11012130/SIP/2016). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Indonesia. Badan Standarisasi Nasional. (2013). Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain, SNI 1727:2013. Jakarta: Author.

Indonesia. Badan Standarisasi Nasional. (2015). Ketentuan Seismik untuk Struktur Baja Bangunan Gedung, SNI 7860:2015. Jakarta: Author.

Indonesia. Badan Standarisasi Nasional. (2015). Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural, SNI 1729:2015. Jakarta: Author.

Indonesia. Badan Standarisasi Nasional. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 1726:2012. Jakarta: Author.

Indonesia. Badan Standarisasi Nasional. (2002). Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1729-2002. Jakarta: Author.

United States of America. Federal Emergency Management Agency. (2000). Prestandard and Commentary for the Seismic Rehabilitation of Buildings, FEMA 356. Washington, D.C.: Author.

United States of America. Federal Emergency Management Agency. (2006). NEHRP Recommended Provisions: Design Examples, FEMA 451. Washington, D.C.: Author.

Wijaya, B.T. dan Nico. (2016). Penelitian Mengenai SNI 1726:2012 Pasal 7.2.5.1 Tentang Distribusi Gaya Lateral Terhadap Kekakuan, Kekuatan, dan Pengecekan Terhadap Sistem Tunggal (TA No. 11012088/SIP/2016). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :