FASILITAS KOLUMBARIUM DAN RESTORASI DIRI DI KOTA SURABAYA

Bagas Cahya Prabaswara

Abstract


Desain Fasilitas Kolumbarium Dan Restorasi Diri di Kota Surabaya bertujuan sebagai tempat penitipan abu jenazah dan pemulihan diri bagi keluarga yang ditinggalkan. Fasilitas ini merupakan alternatif solusi atas permasalahan minimnya lahan untuk pemakaman di kota besar seperti Surabaya. Desain berfokus pada emosi individu yang telah ditinggalkan orang yang dicintai. Konsep uplifted dipilih sebagai simbol kepergian dan dapat mensimbolkan bentuk keikhlasan dan kerelaan keluarga atas rasa kehilangan. Konsep ini diterjemahkan ke dalam bentuk arsitektur dengan aksis bangunan yang diorientasikan ke tengah dan ke atas, mensimbolkan proses uplift dan transisi dari daerah profan ke daerah yang sakral. Lanskap yang menghubungkan antara bangunan dengan laut diatur secara modular dengan ketinggian yang acak sehingga mensimbolkan proses uplift yang menyambung dari laut menuju ke puncak bangunan. Elemen arsitektur dan material interior yang berunsur alamiah digunakan untuk menghadirkan kesan khusyuk dan intim pada ruang utamanya, seperti ruang koridor kontemplatif, hall restorasi, dan ruang- ruang kolumbarium.

Keywords


Kolumbarium, Restorasi Diri, Emosi, Alam, Khusyuk, Uplifted Soul

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :