KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS KARAKTER HANZI RUNNER DIVISI CHINA WEDDING DI PERUSAHAAN VARAWEDDING

Ellen Aprilia Pranata, Elisa Christiana, Kuo Chun – I

Abstract


Di Pulau Bali, terdapat perusahaan wedding organizer bernama Varawedding, yang memiliki sebuah divisi China Wedding. Pada divisi tersebut terdapat anggota runner yang membantu klien menjalankan acara di lokasi pernikahan. Saat bertugas, terdapat klien yang meminta bantuan membaca atau menulis karakter hanzi, tetapi sebagian besar runner tidak menguasai keterampilan tersebut, mereka hanya mampu keterampilan mendengar dan berbicara saja. Melalui metode kualitatif, penulis melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap lima runner yang tidak dapat membaca dan menulis karakter hanzi dan paling lama bekerja di Varawedding, serta terhadap seorang kepala runner untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kesulitan, solusi, keterampilan membaca dan menulis karakter hanzi yang dibutuhkan runner. Anggota runner mengakui keterampilan membaca dan menulis tidak penting, kepala runner juga mengatakan keterampilan tersebut hanya sebagai nilai plus untuk runner. Saat menghadapi kesulitan membaca rundown, mereka menggunakan Google Translate atau meminta bantuan anggota sales. Beberapa runner mengatakan tidak ada keterampilan membaca dan menulis yang dibutuhkan, sedangkan sebagian runner butuh membaca dan menulis kata-kata yang berhubungan dengan pernikahan, serta membaca sekilas supaya mengerti maksud bacaan. Walaupun runner mengalami kesulitan, tetapi perusahaan tidak pernah mengadakan pelatihan membaca dan menulis karakter hanzi. Jika kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis bahasa Tionghoa baik, maka runner dapat meminimalkan kesulitan saat bekerja.


Keywords


Wedding Organizer, Runner, Keterampilan Membaca dan Menulis, Karakter Hanzi

Full Text:

PDF

References


Guan Zhi Ying. (2002). Hanyü Jiaoxüe yü Jiaoshi Peixün. Chengdu: Sichuan Renmin Chubanshe.

He Shu Zhen, Zhang Xiao Yü, Chen Li Fen, Shu Zhao Min, Cai Ya Xün & Lai Ming De. (2008). Hua Yüwen Jiaoxüe Daolün. Taibeishi: Sanmin.

Jiang Xin. (2005). Zhendui Xifang Xüexi Zhe de Hanzi Jiaoxüe: Renxie Fenliu, Duo Ren Shao Xie,《Dui Wai Hanyü Jiaoxüe de Qüan Fang Wei Tansuo》. Beijing: Shangwu Yin Shuguan.

Lü Bi Song. (2007). Hanyü he Hanyü Zuowei Di Er Yüyan Jiaoxüe. Beijing: Beijing Daxüe Chubanshe.

Sukhomlynsky. (1984). Gei Jiaoshi de Jianyi. Jiaoyü Kexüe Chubanshe.

Hermana, Dody & Ujang Cepi Barlian. (n.d.). Komunikasi Dalam Organisasi. Neliti. Retrieved June 19, 2018 from http://media.neliti.com/media/publications/77643-ID-komunikasi-dalam-organisasi.pdf.

Ibrahim. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Ke, C. (1996). An empirical study on the relationship between Chinese character recognition and production. The Modern Language Journal 80.

Nurrohim, Hassa & Lina Anatan. (2009). Efektivitas Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Manajemen, 7(4). Retrieved June 19, 2018 from http://journal.maranatha.edu/index.php/jmm/article/view/188.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suseno, KRMT Indro’ Kimpling’. (2006). Cara Pinter Jadi Event Organizer. Yogyakarta: Galang Press.

Tempo.co. (2017). Tujuan Wisata yang Paling Banyak Diminati Turis Cina adalah Bali. Retrieved Februari 24, 2018 from https://travel.tempo.co/read/868253/tujuan-wisata-yang-paling-banyak-diminati-turis-cina-adalah-bali


Refbacks

  • There are currently no refbacks.