Pemaknaan Khalayak Terhadap Identitas Setya Novanto Di Indonesia Lawyer Club Dalam Kasus Korupsi E-KTP

I Nyoman Adhisthaya Sawitra, Gatut Priyowidodo, Daniel Budiana

Abstract


Penelitian ini menjelaskan tentang pemaknaan khalayak terhadap identitas Setya Novanto di Indonesian Lawyer Club dalam kasus korupsi E-KTP. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decoding yang ditemukan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayak memproduksi sebuah pesan dari suatu teks media tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitas setiap penonton. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan dengan latar belakang berbeda yakni politikus partai Golkar, politisi Gerindra, pengamat politik, dan mantan wartawan politik. Hasil penelitian menunjukkan dimaknai secara berbeda oleh para informan.

Pemaknaan tersebut mempengaruhi posisi informan, dimana semua informan berada pada opositional position kecuali pada topik tertentu. Informan 4 berada berada pada dominant position saat memaknai nilai berita dari ILC yakni proximity. Informan 1 dan 2 berada pada Negotiated Position saat memaknai status tersangka Setya Novanto bahwa Setya Novanto merupakan korban di kasus korupsi e-KTP. Berbeda dengan tayangan yang menggambarkan Setya Novanto dikorbankan KPK, kedua informan ini menilai Setya dikorbankan oleh dalang kasus e-KTP yang sebenarnya. Informan 3 berada pada negotiated position saat memaknai nilai berita ILC. Sedangkan terkait identitas Setya Novanto, semua berada pada posisi opositional position. Faktor-faktor yang mempengaruhi posisi penonton dilihat dari faktor latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan pengetahuan lainnya terkait tayangan dan politik.


Keywords


Tayangan Politik, Identitas, Pemaknaan Penonton, Analisis Penerimaan

Full Text:

PDF

References


Fiske, J. (2004). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra

Hamad, I. (2004). Konstruksi Realitas politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse

Analysis Terhadap Berita-berita Politik. Jakarta: Granit.

Heychael, M. & Dhona, H. R. (2014). Independensi Televisi Menjelang 2014: Ketika Media Jadi

Corong Kepentingan Politik Pemilik. Jakarta: Remotivi.

Ida, Rachmah. (2014). Metode Penelitian : Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Kencana

Jensen, K. B. (2002). A Handbook of Media and Communication Research, Qualitative and Quantitative Methodologies. London: Routledge

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktik Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group. McQuail, D. (1997), Audience Analysis. London: SAGE Publications.

Choirinnisa, F. (2017). Analisis Framing Pemberitaan Kasus Korupsi Proyek E-KTP di Surat Kabar Harian Kompas. Unpublished undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Gesta, S. (2010). Analisis Kebijakan Redaksi Tv One Dalam Memublikasikan Berita dari Tv ke Online. Unpublished undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Junita, F & Syas, M. (2017,May). Perbandingan Frame Berita tentang Kasus Korupsi Proyek Pengadaan KTP Elektronik Antara Suratkabar Kompas dan Koran Tempo. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 1(1), 176-182.

Nugroho, B P. (2017, March 4). Kasus e-KTP: Rp 2,3 T Kerugian Negara, 2 Tersangka dan 280 Saksi. Retrieved January 14, 2018, from https://news.detik.com/berita/d-3442042/kasus-e-ktp-rp-23- t-kerugian-negara-2-tersangka-dan-280-saksi

Nurita, D. (2017, December 13). Begini Kronologi Kasus Setya Novanto. Retrieved January 15, 2018, from https://nasional.tempo.co/read/1041781/begini-kronologi-kasus-setya-novanto.

Sadri, M. (2017, March 9). Korupsi e-KTP Berjamaah, Ini Daftar Lengkap Nama yang Disebut Terima Aliran Dana. Retrieved January 14, 2018, from https://www.jawapos.com/read/2017/03/09/115040/korupsi-e-ktp-berjamaah-ini-daftar- lengkap-nama-yang-disebut-terima-aliran-dana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI