KONTEN KEKERASAN DALAM FILM INDONESIA ANAK TERLARIS TAHUN 2009-2011

Elita Primasari Hananta

Abstract


Film Indonesia anak mengalami peningkatan yang pesat hingga 300 persen, tetapi justru dalam film untuk anak ditemukan kekerasan. Peneliti tertarik mengetahui kekerasan apa yang dominan dalam film layar lebar Indonesia anak. Film Indonesia Anak merupakan film Indonesia yang mengandung cerita tentang pencapaian, petualangan, komedi, dan drama dan ditujukan untuk membentuk standart moral tinggi dan juga menghibur. Cerita film anak berpusat pada kehidupan anak-anak dan karakter utamanya diperankan oleh anak-anak serta naratifnya diceritakan melalui sudut pandang anak-anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif. Indikator yang dipakai untuk pengukuran penelitian adalah kategori kekerasan milik Thomas Santoso. Dari hasil koding dan pengolahan data, peneliti menemukan bahwa film layar lebar Indonesia anak mengandung kekerasan dan jenis kekerasan yang dominan adalah kekerasan psikologis. Sedangkan kekerasan yang paling jarang ditampilkan adalah kekerasan finansial. Peneliti menemukan kekerasan finansial dalam bentuk korupsi.

Keywords


Kekerasan, Film Indonesia Anak, Analisis Isi Kuantitatif

Full Text:

PDF

References


Agajanian, Rowana. (1998). Just for kids: Saturday morning cinema and britain’s children’s film foundation in the 1960’s.

Baudrillard, J. (1983). In the shadow of the silent majorities - or the end of the social, and other essays. New York: Semiotex(e).

Burton, G. (2007). Membincangkan televisi: Sebuah pengantar pada studi televisi. Yogyakarta: Jalasutra anggota IKAPI.

Effendy, Heru. (2002). Mari membuat film: Panduan menjadi produser. Yogyakarta: Panduan.

Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Bandung: PT. Cira Aditya Bakti. Effendy, Onong Uchjana. (2007). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Bandung: PT. Cira Aditya Bakti.

Eriyanto. (2011). Analisis isi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Gunarsa, S.D. (2004). Dari anak sampai usia lanjut. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Haryatmoko. (2007). Etika komunikasi: Manipulasi media, kekerasan dan pornografi. Yogyakarta: Kanisius anggota IKAPI.

McQuail, D. (2010). Mass communication, theory, an introduction. California: Sage Publication.

Santoso, T. (2002). Teori-teori kekerasan. Jakarta: Ghalia.

Sobur, A. (2004). Semiotika komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Vivian, J. (2008). Teori komunikasi massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Wignyosoebroto, S. (1997, Oktober). Tindak kekerasan terhadap perempuan: Adakah kondisi sosial budaya kita ikut menyuburkannya?. Makalah dalam Seminar Masyarakat Menghadapi Tindak Kekerasan, Surabaya.

http://filmindonesia.or.id/article/catatan-2012-menonton-penonton

http://national.kompas.co.id/

http://filmsite.org/

http://www.duniapsikologi.com/

http://www.21cineplex.com/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI