Representasi Patriarki dalam Film “A Star Is Born”

Diana Anita, Desi Yoanita, Megawati Wahjudianata

Abstract


Di dalam film terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak penonton, salah satunya adalah pesan terkait patriarki. Fenomena patriarki tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sosial yang hidup di lingkungan majemuk, multikultural, dan heterogen karena pandangan dan budaya dalam masyarakat. Media massa ikut ambil bagian dalam penyebaran pandangan patriarki. Film “A Star Is Born” bercerita mengenai beberapa tokoh pria yang berada disekitar kehidupan seorang tokoh wanita dan para pria tersebut menguasai serta mendikte kehidupan dari sang wanita. Terdapat pesan terkait ideologi patriarki yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi patriarki dalam film “A Star Is Born”. Metode yang digunakan adalah metode semiotika milik Charles Sanders Pierce. Peneliti menemukan terdapat empat aspek yang didapatkan, yaitu dependensi perempuan, pemberian beban ganda pada perempuan, pembatasan terhadap ruang gerak perempuan, dan laki-laki memiliki status superior.


Keywords


semiotika, patriarki, film, masyarakat sosial, dan kendali laki-laki

Full Text:

PDF

References


Adam, A. (2018, October 21). Yang bikin film A Star Is Born versi Lady Gaga beda. Retrieved March 14, 2019, from https://tirto.id/yang-bikin-film-a-star-is-born-versi-lady-gaga-beda-c8cj

Almendrala, A. (2016, August 30). This might be why you get stuck doing all the chores. Retrieved May 27, 2019, from https://www.huffpost.com/entry/chores-by-gender-women_n_57be3226e4b02673444e5a87

Ardianto, Elvinaro; Komala, Likiati; dan Karlinah, Siti. (2009). Komunikasi massa suatu pengantar. (revisi). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Ariane, Z. (2014, November 21). Memahami penindasan khusus perempuan. Retrieved May 2, 2019, from https://indoprogress.com/2014/11/memahami-penindasan-khusus-perempuan-2/

Bhasin, Kamla. (1996). Menggugat patriarki: Pengantar tentang persoalan dominasi terhadap kaum perempuan. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Branston, Gill & Stafford, Roy. (2010). The media student’s book (5th Edition). London: Routledge.

Butsi, Febry Ichwan. (2007). Patriarki, wabah penyakit media massa. Harian Global. Retrieved February 18, 2019, from http://www.harianglobal.com/news.php?item.23215.10/

Effendy, O. U. (2004). Ilmu Komunikasi (Teori dan praktek). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Fakih, Mansour. (2007). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fakih, Mansour. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faturochman. (2002). Keadilan perspektif psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Fiske, John. (2007). Cultural and communication studies. Yogyakarta : Jalasutra.

Gardiner, Oey, Mayling. (1996). Perempuan Indonesia dulu dan kini. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mies, Marla. (1986). Patriarchy and accumulation on a world scale: Women in the International Division of Labour. Avon The Bath press.

Mulyana, D. (2012). Ilmu Komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Nasarudin Umar. (2001). Argumen kesetaraan gender perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Ridjal, Fauzie. (1993). Dinamika gerakan perempuan di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Rueda, Marissa. (2007). Feminisme untuk pemula. Yogyakarta: Resist Book Segers, R.T. (2000). Evaluasi teks sastra. (Terjemah Suminto A. Sayuti). Yogyakarta: Adicita.

Saraswati, D. P. (2019, April 16). Dua Lipa buka suara soal ketidaksetaraan gender di industri musik. Retrieved June 12, 2019, from https://hot.detik.com/music/d-4513300/dua-lipa-buka-suara-soal-ketidaksetaraan-gender-di-industri-musik

Sobur, Alex. (2006). Analisis teks media: suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing, cetakan keempat. Bandung: Rosdakarya.

Strokes, J. (2006). How to do media and cultural studies: Panduan untuk melaksanakan penelitian dalam kajian media dan budaya. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Tebahika, I. R. (2015). Menuju keadilan gender: Perempuan dalam budaya patriarki. Retrieved February 19, 2019, from https://www.academia.edu/14839579/Menuju_Keadilan_Gender_Perempuan_dalam_Budaya_Patriarki

Umar, Nasarudin. (2001). Argumen kesetaraan gender perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Vera, Nawiroh. (2014). Semiotika dalam riset komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Walby, Sylvia. (2014). Teorisasi partriarki, terj. Mustika K. Prasela. Yogyakarta: Jalasutra.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEMPLATE JURNAL E-KOMUNIKASI