PERANCANGAN BRANDING CLOTHING LINE BASEMENT

David Kristian Soediarto, Aristarchus Pranayama Kuntjara, Ani Wijayanti Suhartono

Abstract


Basement adalah sebuah clothing line yang mulanya disebut Basic Movement. Semangat dari clothing line ini adalah untuk mengajak orang menggunakan produk tanpa merek/gambar yang melambangkan keseragaman dan kesetaraan sosial. Produk-produk Basement adalah benda-benda pakaian berkualitas tinggi. Tetapi saat ini, konsep Basic Movement yang diusung oleh Basement belum tersampaikan kepada masyarakat yang dituju. Perancangan branding ini bertujuan untuk mengkomunikasikan brand kepada audiens melalui pemilihan media yang sesuai, dan menyampaikan esensi brand kepada audiens dan masyarakat luas.

 

 

Basement is a clothing line that first called Basic Movement. The spirit of this clothing line is to invite people to use plain products which symbolized uniformity and social equality in dressing up. Basement's products consist of high quality plain clothing items. However, the concept of basic movements made by the Basement itself still not properly communicated to the target market.  This branding design aimed to communicate the brand to the audience through appropriate media selection, and also to convey the essence of the brand to the audience and wider communities.


Keywords


Desain; Branding; Clothing Line

Full Text:

PDF

References


Badan Ekonomi Kreatif. (n.d.) Jumlah usaha/perusahaan ekonomi kreatif menurut wilayah dan subsektor ekraf. Retrieved August 21, 2019, from: http://data.bekraf.go.id/.

Bambang. (2012). Instagram handbook tips fotografi ponsel. Jakarta: Media Kita.

Chiaravalle, Bill & Schenck, Barbara Findlay. (2007). Branding for dummies. Indiana: Wiley Publishing Inc.

Conlin-Hurd, A., Feltwell, T., & Stevenson, C. (2017). The four basic elements of brand strategy. Insights, issue (no.4), pp.25-29. Retrieved November 15, 2019, from: https://cdn2.hubspot.net/hubfs/455845/Insights/03.17_March%20Issue%20v1.1.pdf?t=1490568813060

Holmes, D. (2012). Teori komunikasi: Media, teknologi, dan masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Landa, R. (2006). Designing brand experiences: Creating powerful integrated brand solutions. New York: Thomson Delmar Learning.

Ma’ruf, A. (2017). Analisa penggunaan Instagram sebagai media informasi kabupaten nganjuk. Retrieved November 24, 2019 from Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga: http://digilib.uin-suka.ac.id/28509/1/10730070_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Neumeier, M. (2003). The brand gap. USA : New Riders

Raji, L. M. (2014, August 23). Definition of collection or line in the apparel industry. Retrieved September 9, 2019, from Leaf: https://www.leaf.tv/articles/definition-of-collection-or-line-in-the-apparel-industry/.

Rangkuti, F. (2004). The power of brands: Teknik mengelola brand equity dan strategi pengembangan merek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Swasty, W. (2016). Branding: Memahami dan merancang strategi merek. Bandung: PT Remaja Rosdakrya.

Winarso, B (2015). Apa itu Instagram, fitur dan cara menggunakannya?. Retrieved November 24, 2019 from Daily Social: https://dailysocial.id/post/apa-itu-instagram.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.