Perancangan Fotografi Makanan Tradisional Makassar "Sedap Mentong Makanang Makassar"

Jeremy Adrian Sutanto, Baskoro Suryo Banindro, Yusuf Hendra Yulianto

Abstract


Permasalahan gaya hidup anak muda di Makassar ini menyebabkan makanan tradisional mulai hilang di era modern ini. Mulai ditinggalkannya makanan tradisional Makassar oleh anak muda disebabkan oleh munculnya café-café moderen. Perancang memilih fotografi sebagai media aktualisasi agar makanan tradisional yang sebelumnya kurang terekspos dapat diketahui oleh anak muda jaman sekarang. Seperti diketahui, fotografi juga dapat meningkatkan pariwisata karena dapat menampilkan objek yang menarik. Diharapkan melalui media pameran foto, anak muda dapat lebih mengenal dan mencintai serta meningkatkan nilai makanan tradisional yang mulai hilang di Makassar. Hal ini diharapkan menumbuhkan semangat penjual makanan tradisional yang mulai surut yang ada di Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini adalah fotografi food fashion dengan anak muda sebagai objek visualisasi dalam mengenalkan makanan tradisional Makassar tersebut. Makanan yang diangkat dalam perancangan ini diantaranya adalah Bassang, Putu Cangkir, Putu Pesse’, Biji Nangka, Apang Paranggi, Cucuru Bayao, Bikandoang, Jalangkote, Nasu Likku, Sop Konro, Pallu Mara, Mie Kering, Pisang Ijo, dan Coto Makassar.

Keywords


Makassar, makanan tradisional, fotografi, gaya hidup, anak muda.

Full Text:

PDF

References


Bavister, S. (2004). 35mm photography: the complete

guide. Cincinnati: David & Charles.

Dabir, K. A. (2018). Memanjakan lidah di kota

Daeng. Surabaya: CV. Pustaka Media Guru.

Dickson, C. N. (n.d.). Concept shooting in

photography. Retrieved 2019 March, from

https://digital-photographyschool.com/concept-shooting-inphotography/.

Giwanda, G., & Gunawan, D. (2002). Panduan

praktis teknik studio foto. Jakarta: Puspa

Swara.

Jati, M. (2018, May). Putu Cangkiri, kue tradisional

Makassar yang mulai terlupakan.

CakapCakap. Retrieved February 2019, from

http://www.cakapcakap.com/lifestyle/kuliner

/putu-cangkiri-kue-tradisional-makassaryang-mulai-terlupakan/.

Karyadi, B. (2017). Fotografi: belajar fotografi.

Bogor: NahlMedia.

Kesuma, N. R. (2015). Perancangan buku food

photography kuliner kabupaten Jember.

Universitas Kristen Petra. Surabaya:

Universitas Kristen Petra.

Kudapan khas Makassar, ‘Bassang’ merangsang lidah

untuk bergoyang. (2016, July 20).

Kompasiana. Retrieved December 2018,

from

https://www.kompasiana.com/pipot/578ede0

d322370990/kudapan-khasmakassar-bassang-merangsang-lidah-untukbergoyang.

Lestari, L. A., & Lestari, P. M. (2014). Kandungan

zat gizi makanan khas Yogyakarta (Vol. 1).

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Putu Cangkir, kudapan khas Makassar cangkirkudapan-khas-makassar-nikmat-disantapusai-tarawih.html.

Sanjaya, W. (2018, 10 12). Pengalaman William

Sanjaya terhadap makanan khas Makassar.

(J. A. Sutanto, Interviewer) Surabaya.

Stefhani, F. (2014). Perancangan buku fotografi

fesyen restyle. Universitas Kristen Petra.

Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Supardi, N. (1999). Pedoman teknis fotografi benda

cagar budaya (Vol. 3). DKI Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional.

Tendean, B. (2018, 10 15). Pendapat Brigitta tentang

gaya hidup anak muda terhadap makanan

tradisional di Makassar. (J. A. Sutanto,

Interviewer) Makassar.

Tepu, U. (2010, November 16). Cerita Bassang dan

Putu cangkir yang dirindu, yang terlupakan.

Kompasiana. Retrieved February 2019, from

https://www.kompasiana.com/ulengtepu/550

cda33311e072510524/cerita-bassangdan-putu-cangkir-yang-dirindu-yangterlupakan.

Yusuf, O. (2017, March 9). Kamera mirrorless

tumbuh pesat di Indonesia. Kompas.

Retrieved February 25, 2019, from

https://tekno.kompas.com/read/2017/03/09/1

/kamera.mirrorless.tumbuh.pesat.di.i

ndonesia.

nikmat disantap usai Tarawih. (2015, Juli 9).

Merdeka. Retrieved December 2018, from

https://www.merdeka.com/peristiwa/putu-


Refbacks

  • There are currently no refbacks.