Perancangan Kampanye Sosial Peduli Korban Kecelakaan di Jalan

Tifanny Saverina Prastika, Deddi Duto Hartanto, Merry Sylvia

Abstract


Fenomena kurangnya kepedulian terhadap sesama kini semakin memudar, khususnya kepada korban kecelakaan di jalan. Korban yang seharusnya ditolong, justru dijadikan sebagai tontonan, bahan pada konten sosial media, dan tidak jarang dibiarkan saja. Dalam kasus ini, masyarakat bertindak seperti itu karena tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Solusi yang dirancang adalah kampanye sosial yang edukatif kreatif ini supaya dapat mempersuasi masyarakat untuk mau peduli dan menolong korban kecelakaan. yaitu dengan "Tolelot" (Tolong, Telepon, dan Terangkan). Kampanye ini memiliki pesan komunikasi "ditolong, jangan ditonton" supaya menyadarkan masyarakat bahwa korban itu butuh pertolongan, bukan tontonan.


Keywords


Perancangan, kampanye, kampanye sosial, korban, kecelakaan di jalan

Full Text:

PDF

References


Anindito, B. (2014, February 18). Definisi kampanye. Retrieved from https://prezi.com/jigpulc1rbit/definisi-kampanye/.

Fahmi, B.A.(2017). Dari mengabaikan ke menolong: tinjauan studi bystander-effect. Jurnal ilmiah penelitian psikologi: kajian empiris & non-empiris.3, 43-52. Retrieved from https://jipp.uhamka.ac.id/index.php/jipp/article/view/27/28.

Indonesia Students. (2017, March 6). 4 Pengertian kampanye sosial menurut ahli lengkap. Retrieved from https://www.indonesiastudents.com/pengertian-kampanye-sosial-menurut-ahli/.

Isnanto, B.A. (2017, August 24). Tangani korban kecelakaan, masyarakat tak harus tunggu polisi. Detiknews. Retrieved from https://news.detik.com/jawatengah/3612822/tangani-korban-kecelakaan-masyarakat-tak-harus-tunggu-polisi.

Jha, P. (2016, June 7). If no-one helps you after a car crash in India, this is why. BBC. Retrieved from https://www.bbc.com/news/magazine-36446652.

Polri: Angka kecelakaan lalu-lintas di Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN.

(2017, November 15). Tribunnews. Retrieved from https://wartakota.tribunnews.com/2017/11/15/polri-angka-kecelakaan-lalu-lintas-di-indonesia-termasuk-tertinggi-di-asean

Putri, A. W. (2017, November 12). Bagaimana seharusnya menyikapi korban

kecelakaan?. Tirto. Retrieved from

https://tirto.id/bagaimana-seharusnya-menyikapi-korban-kecelakaan-czTd.

Ruslan, R. (2007). Kiat dan strategi kampanye public relations. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sayre, S. (2002). Campaign planner for promotin and IMC. United States of Amerika: South Western.

Swasanti, N., Winkanda, S.P., (2014). Panduan praktis pertolongan pertama pada kedaruratan P3K. Yogyakarta: Kata Hati.

Tanjakan emen: mengapa 'banyak' orang hanya menonton, tidak menolong korban kecelakaan?. (2018, February 16). BBC. Retrieved from https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43068202.

Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (2009). Retrieved from https://pih.kemlu.go.id/files/uu_no_22_tahun_2009.pdf

Wahyuni, T. (2015, March 27). 'Bystander effect' tak hanya terjadi pada orang dewasa. CNN Indonesia. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150327130618-255-42332/bystander-effect-tak-hanya-terjadi-pada-orang-dewasa

World Health Organization. (n.d). Global status report on road safety 2018.

Retrieved from

https://www.who.int/violence_injury_prevention/road_safety_status/2018/en/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.