Perancangan Media Informasi Tentang Bahasa Isyarat Indonesia

Vanny Olvia, Maria Nala Damajanti, Cindy Muljosumarto

Abstract


Bahasa Isyarat Indonesia atau biasa disingkat BISINDO adalah bahasa yang menggunakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, yang berlaku di Indonesia. Bahasa Isyarat Indonesia biasa digunakan oleh penyandang Tuli untuk berkomunikasi dan merupakan salah satu dari kebudayaan Tuli. Namun sayangnya, penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia ini masih mengalami banyak kendala, antara lain: dualisme bahasa isyarat di Indonesia,­ tujuan utama bahasa sebagai alat komunikasi yang tidak terpenuhi karena hanya orang tertentu saja yang mengetahui dan mempelajari tentang bahasa isyarat, serta adanya stigma buruk yang menempel pada bahasa isyarat sebagai bahasa yang digunakan oleh orang berkebutuhan khusus saja. Oleh sebab itu dibuatlah perancangan media informasi tentang Bahasa Isyarat Indonesia berbentuk sebuah media visual interaktif agar masyarakat baik penyandang Tuli maupun bukan dapat tertarik untuk mengetahui dan mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia. Dengan demikian, diharapkan Bahasa Isyarat Indonesia bisa semakin diketahui oleh banyak orang dan juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang Tuli dan kebudayaannya.


Keywords


Perancangan; Bahasa Isyarat Indonesia; Media Informasi; Tuli

Full Text:

PDF

References


Amin, Moh. 1999. Orthopedagogik Anak Tunarungu. Bandung: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Buhan, Lani. 1999. Orthopedagogik Anak Tunarungu 1. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pengguna Internet di Indonesia Didominasi Anak Muda.” CNN Indonesia. 24 Oktober 2016. CNN Indonesia. 20 Februari 2018.

Poerwadarminta,WJS. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Bali Pustaka.

Purwanto, Heri. 1998. Ortopedagogik Umum. Yogyakarta: FIP IKIP Yogyakarta.

Rachmawati, Evy. 2017. Hak Penyandang Tuli Terabaikan. Depok: Kompas. (6 Januari 2017)

Sardjono. 1999. Orthopedagogik Anak Tunarungu 1. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sardjono. 2000. Orthopedagogik Tunarungu I. Surakarta: UNS Press.

“World Health Statistics 2015.” World Health Organization. 2015. World Health Organization. 10 Februari 2018.

“33 Tahun Diperjuangkan, Bisindo Belum Juga Diakui sebagai Bahasa Resmi Penyandang Tunarungu.” Berita Satu. 27 Oktober 2014. Berita Satu. 30 Mei 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.