Perancangan Kampanye Sosial Kuatku

Christopher Allen Setia Dharma, Deddi Duto Hartanto, Marvin Ade Santoso

Abstract


Seorang anak penderita kanker membutuhkan dukungan secara medis dan psikologis untuk dapat membantu proses pengobatannya. Sang anak harus merasa senang dan memiliki rasa dihargai yang tinggi untuk dapat bertahan melawan penyakitnya. Dalam prakteknya, masih banyak anak penderita kanker yang tidak mendapat bimbingan psikologis secara benar, baik dalam sisi akademik maupun kesehariannya, sehingga masih banyak ditemukan penurunan semangat hidup yang ada pada anak penderita kanker. Solusi yang dirancang ialah kampanye sosial. Melalui kampanye sosial, pesan dirancang melalui riset yang mendalam mengenai target audiens agar pesan secara efektif tersampaikan kepada target. Kampanye sosial Kuatku ini bekerjasama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia cabang Surabaya. Anak-anak penderita kanker diajak untuk berkisah tentang perjuangannya melawan kanker melalui sebuah media keramik yang pada akhirnya karya anak-anak akan dipamerkan di ruang publik. Melalui kampanye sosial Kuatku, anak-anak penderita kanker dapat merasa dihargai dan menjadi inspirator bagi teman-teman penderita kanker lainnya untuk tetap semangat dalam bertahan melawan kanker.


Keywords


Kanker; kanker anak; keramik; kampanye; kampanye sosial; kuatku; kisahku lewat tanganku; seni; terapi; motorik

Full Text:

PDF

References


Allen, Eileen K. & Lynn R Marotz. Profil

Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Indeks, 2010.

Bonds, Lilian Verner. The Compelete Book of Color

Healing. London: Godsfield Press, 2000.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.

Gautama, Nia. Keramik untuk Hobi dan Karir. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2011.

Herdata, Heru Noviat. (2008). Waspadai Kanker pada Anak. Diunduh 28 Maret 2018 dari http://ebookfkunsyiah wordpress. com/2008/ 09/12/waspadai-kanker-pada-anak/

Jorgens J. (2013). What makes a successful PSA

campaign?. PSA Research. Diunduh 9 Maret 2018,

dari http://www.psaresearch.com/bib4111.html.

Kasilo, Djito. (2008). Komunikasi Cinta: Menembus

G-Spot Konsumen. Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Kriyantono, Rachmat, PhD (2014) Sekilas Tentang

Perancanaan Kampanye. Universitas Brawijaya

Malang. Diunduh 8 Maret 2018, dari

http://rachmatkriyantono.lecture.ub.ac.id/files/2014/

/SEKILAS-TENTANG-PERENCANAAN

KAMPANYE-baru.pdf.

Levitt, Paul M. (1983) The Cancer Reference Book.

New York: Facts On File, Inc.

Malkin, Jain. (1992). Hospital Interior Architecture.

New York: John Willey & Sons, Inc.

Liliweri, Prof. Dr. Alo, M.S (2011). Komunikasi

Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media.

Maharani, Dian. (2015). Pentingnya Membuat Pasien Kanker Anak Merasa Senang. Jakarta: Kompas.

Ruslan, Rosady, S.H., M.M. (2007). Kampanye

Public Relations. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyama, Kotaro and Tim Andree. (2011). The

Dentsu Way. Singapore: McGraw Hill.

Sukardja, I Dewa Gede. (2000).

Onkologi Klinik Edisi 2. Surabaya: Airlangga

University Press.

Suwardono. (2007). Mengenal Keramik Hias.

Bandung: Yrama Widya.

Tarigan, Ikarowina. (2006). Sehat dengan Terapi

Seni. Media Indoesia. Diunduh 8 April 2018 dari

http://www.mediaindonesia.com/media

hidupsehat/index.php/read/2009/06/06/1290/13/Seha

_dengan_Terapi_Seni

Venus, Antar. (2004). Manajemen Kampanye. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Wahyunin, Enjang. (30 Maret 2018) Perilaku Si Kecil

Berubah Tatkala Sakit. Tabloid Nova.

Pesan disampaikan dalam

http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=1040


Refbacks

  • There are currently no refbacks.