PROGRAM COMMUNITY ENGAGEMENT PEMBERDAYAAN ANAK PENYANDANG TUNANETRA PANTI YAPTI MAKASSAR DALAM BENTUK WORKSHOP ILUSTRASI

Katriel Prasetya, Deddi Duto Hartanto

Abstract


Seni visual tak hanya milik mereka yang awas, mereka dengan keterbatasan penglihatan bahkan memiliki indera lebih baik dibanding yang sempurna penglihatannya. Penelitian ini menemukan berbagai realitas kehidupan penyandang tunanetra di Makassar. Panti Yapti Makassar merupakan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang materi pembelajarannya lebih menekankan pada keterampilan, namun materi apresiasi seni sendiri tidak diperkenalkan kepada anak-anak di sekolah ini, misalnya, melukis maupun menggambar. Workshop ilustrasi ini dilakukan sebagai pembelajaran keterampilan baru, menjadikan seni sebagai salah satu kegiatan relaksasi dan pengekspresian diri bagi anak tunanetra, serta sarana aktualisasi diri anak tunanetra. Kegiatan ini dilakukan dengan metode learning by doing, dimana penulis memberikan arahan secara pribadi dan one by one ke anak tunanetra, lalu dilakukan kembali oleh mereka dengan improvisasi masing-masing. 

Hasil workshop ilustrasi dari anak Panti YAPTI Makassar tidak sekadar menjadi ilustrasi semata, namun dipadukan dengan berkolaborasi dengan desainer fashion menjadi produk fashion sebagai bentuk upaya apresiasi terhadap hasil ilustrasi anak-anak tunanetra.

Upaya ini diwujudkan dalam pameran karya multisensori sebagai wujud kepedulian terhadap kreativitas anak tunanetra dalam bentuk karya seni ilustrasi yang kemudian dipadukan dengan desain fashion. Dengan menghubungkan ilustrasi dan ketunanetraan, hal ini kemudian bisa menjadi medium bagi tunanetra dan ruang publik untuk menunjukkan potensinya  di tengah keterbatasan melalui kegiatan seni.


Keywords


tunanetra; pameran karya; ilustrasi; fashion

Full Text:

PDF

References


Guerette, A. R., Smedema, S. M. (2011). The Relationship of Perceived Social Support with well-being in adults with visual impairment. Journal of Visual Impairment and Blindness. 105(7): 425-239.

Habsyiyah., Lestari, Y. D., Ariawan, I., & Gondhowiardjo, T. D. (2015). Relationship of Socioeconomic Factors With Vision-Related Quality of Life on Severe Low Vision and Blind Population in Indonesia. Jakarta : Faculty of Medicine and Faculty of Public Health Universitas Indonesia.

Hallahan, D.P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2009). Exceptional Learners (11th ed). USA:

Pearson Education Inc.

Infodatin. (2019). Disabilitas : “Hari Disabilitas Internasional 3 Desember 2018”. Jakarta :

Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi.

Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Jilid Kesatu). Depok : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Mappiare, A. (1983). Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional.

Nur, F. (2016). Pengenalan Kegiatan Seni Rupa untuk Anak Tunanetra dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Sensitivitas. Semarang : Prodi Pendidikan Seni, Pascasarjana Unnes.

Quero, L. C., Bartolome, J. I. , & Cho. J. (2021). Accessible Visual Artworks for Blind and Visually Impaired People: Comparing a Multimodal Approach with Tactile Graphics. Electronics. 10: 297.

Ryff, C. D. (1995). Psychological Well-being in Adult Life. Current Direction in Psychological

Science, 4(4): 99-104.

Ryff, C. D. & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal

of Personality and Social Psychology, 69(4): 719-727.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.