ANALISIS PROSES PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI DAN VIDEOGRAFI "CERITA NIRA: ASAL MULA GULA AREN" PRODUKSI EUFORIA AUDIOVISUAL

FERDIANTIO JEREMIAH SETIAWAN, YUSUF HENDRA YULIANTO, ANDRIAN DEKTISA HAGIJANTO

Abstract


Semakin cepatnya internet dan adanya komunikasi yang serba digital, banyak sekali informasi maupun hiburan yang dikemas dan dibagikan secara daring. Untuk itu, peran fotografi dan videografi sangatlah penting dalam perkembangan serba digital ini. Berangkat dari situlah banyak muncul rumah produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan pembuatan karya, baik visual maupun audio. Euforia Audiovisual merupakan salah satu rumah produksi yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun dikarenakan adanya pandemi, Euforia Audiovisual yang biasa mengerjakan proyek di luar Yogyakarta, bahkan luar Pulau Jawa, perlu mengevaluasi kegiatannya agar produksi tetap dapat berjalan, meskipun hanya di sekitar Yogyakarta. Euforia Audiovisual akhirnya bekerja sama dengan masyarakat lokal di Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo untuk membantu mengembangkan wisata di daerah tersebut, salah satunya dengan mengangkat wisata dan kearifan lokal di sana melalui karya foto dan video dokumenter. Dari latar belakang tersebut, terciptalah karya fotografi dan videografi “Cerita Nira: Asal Mula Gula Aren” yang memiliki proses produksi berbeda dengan teori pembuatan karya dokumenter. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan ketidakselarasan proses produksi karya fotografi dan videografi “Cerita Nira: Asal Mula Gula Aren” dengan teori yang ada.


Keywords


fotografi dokumenter; videografi dokumenter; wisata; proses produksi

Full Text:

PDF

References


Andarningtyas, Natisha. (2020). Teknologi digital solusi pemulihan pariwisata. Retrieved April 16, 2021, from https://www.antaranews.com/berita/1890156/teknologi-digital-solusi-pemulihan-pariwisata

Ariefana, Pebriansyah. (2016). Produksi gula aren Lebak Banten terbesar di dunia. Retrieved April 3, 2021, from https://www.suara.com/news/2016/08/19/115125/produksi-gula-aren-lebak-banten-terbesar-di-dunia?page=all

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aufderheide, P. (2007). Documentary film: A very short introduction. Oxford University Press.

Bonafix, D. N. (2011). Videografi: Kamera dan teknik pengambilan gambar. Humaniora, 2(1), 845. https://doi.org/10.21512/humaniora.v2i1.4015

Bull, S. (2010). Photography. Routledge.

Bungin, Burhan. (2011). Penelitian kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Honthaner, E. L. (2010). The complete film production handbook (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780080884998

Karim, Fikri Abdul. (2019). Gula aren Banten yang mendunia. Retrieved April 3, 2021, from https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/10/14/gula-aren-banten-yang-mendunia

Larsen, D. A. (n.d.). Understanding photo genres. Retrieved April 2, 2021, from http://shutha.org/photo-genres

Rosenthal, A., & Eckhardt, N. (2016). Writing, directing, and producing documentary films and digital videos (Fifth edition). Southern Illinois University Press.

Setiawan, I. (2018). Proses kreatif dokumenter tv. Binus.Ac.Id. https://binus.ac.id/bandung/2018/08/proses-kreatif-dokumenter-tv/

Spencer, D. A. (1973). The focal dictionary of photographic technologies. Prentice-Hall.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. (2003). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Wijaya, T. (2016). Photo story handbook: Panduan membuat foto cerita. Gramedia Pustaka Utama.

Welle, Deutsche. (2020). Pandemi belum usai, industri wisata RI rugi Rp 85,7 triliun. Retrieved April 16, 2021, from https://travel.detik.com/travel-news/d-5161336/pandemi-belum-usai-industri-wisata-ri-rugi-rp-857-triliun


Refbacks

  • There are currently no refbacks.